Benteng Belgica, The Indonesian Pentagon

Meskipun sekarang wujudnya usang karena tidak terurus, Benteng Belgica masih memiliki pesona dan aura megah yang tidak akan pernah luntur. Simbol perlawanan rakyat Banda melawan penjajahan dan monopoli rempah.

Benteng Belgica di Pulau Neira, Maluku, pada awalnya adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16. Kemudian oleh VOC dibangun kembali sebuah benteng atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng itu kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu, Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.


Fondasinya Ratakan Bukit
Benteng ini pada masa kolonial mengalami beberapa kali perombakan. Yang paling menonjol adalah perombakan pada 1669 pada masa pemerintahan Cornelis Speelman yang memakan biaya yang sangat besar, yaitu 309.802,15 Gulden. Perbaikan ini juga memakan waktu yang lama karena harus meratakan bukit guna membuat fondasi benteng. Lama pengerjaan sekitar 19 bulan. Biaya yang besar juga disebabkan banyak yang dikorupsi oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng ini. Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672.

Sebuah bak penampung air berbentuk oval dibuat di tengah halaman dalam benteng yang berhubungan dengan sumur yang ada di dekat benteng. Bak ini adalah solusi sulitnya air di wilayah ini. Pada 1795, benteng dipugar oleh Francois van Boeckholtz, kemudian pada 8 Maret 1796, benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris. Dengan jatuhnya benteng pada pasukan Inggris kekuasaan di Banda pun juga berpindah ke pasukan Inggris.


Benteng Segilima, The Indonesian Pentagon
Benteng Belgica berdiri di atas perbukitan Tabaleku, sebelah barat daya Pulau Naira, Maluku Tengah pada ketinggian 30,01 meter di atas permukaan laut. Benteng ini apabila dilihat dari udara berbentuk persegi lima, mirip Gedung Pentagon di Amerika. Tetapi apabila dilihat dari semua penjuru, hanya akan terlihat 4 buah sisi. Sehingga benteng ini dijuluki The Indonesian Pentagon.

Konstruksi benteng terdiri atas dua lapis bangunan. Untuk memasukinya harus menggunakan tangga yang aslinya berupa tangga yang dapat diangkat (semacam tangga hidrolik). Di bagian tengah benteng terdapat sebuah ruang terbuka luas untuk para tahanan. Di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai. Benteng ini juga memiliki 10 ruangan yang berukuran sekitar 8,5 x 5,5 meter dan 6,5 x 3 meter dengan pintu mengarah ke arah depan.

Di setiap sisi benteng terdapat sebuah menara. Untuk menuju puncak menara tersedia tangga dengan posisi nyaris tegak dan lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara panorama Banda Naira dan sebagian daerah Kepulauan Banda, dari birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Banda sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar bisa dinikmati.