Negeri Berair Jernih di Lembah Harau

Dalam Tambo, kitab adat Minangkabau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera barat ini disebut sebagai negeri-negeri berair jenih dengan ikan-ikan jinak yang berenang di aliran sungainya. Negeri elok yang mengoleksi lembah-lembah datar dikurung perbukitan karang.

Lembah Harau, lembah datar yang diapit dua bukit cadas yang terjal, berkelok dengan ketinggian mencapai 80 sampai 300 meter. Bukit tersebut tersusun secara alamiah oleh granit dan batu pasir yang terjal dan berwarna-warni. Air terjun yang jernih dan menyegarkan mengalir di antara cadasnya tebing Lembah Harau.


Favorit Fotografer Sejak Abad 19
Topografi wilayah lembah harau yang berbukit-bukit dan indah tersebut memanjakan mata wisatawan yang datang ke Lembah Harau. Di masa lalu, saat daerah Kabupten Limapuluh Kota masih menjadi salah satu wilayah di Padangsche Bovenlanden, Sumatra”s Westkust Residentie,  Lembah Harau menjadi salah satu destinasi kegemaran fotografer-fotografer dan pelukis beraliran Mooi Indie di Hindia Belanda.

Banyak ditemukan foto, lukisan, dan bahkan tulisan catatan perjalanan yang menggambarkan bagaimana indah dan tentramnya wilayah Lembah Harau. Seperti yang ditulis oleh L.C. Westenenk, seorang kontrolir di Fort de Kock dalam Acht Dagen In De Padangsche Bovenlanden yang diterbitkan tahun 1909, ia menyamakan keindahan Lembah Harau dengan Lauterbrunnen, desa wisata yang diapit dua lembah terjal yang dikelilingi 72 air terjun di Swiss sana.


Destinasi Ekowisata
Lembah Harau juga merupakan salah satu spot olah raga climbing di Sumatera Barat. Tebing yang kuat dan terjal, udara yang sejuk dan terasa menenangkan. Pemandangannya yang indah membuat Lembah Harau menjadi kegemaran para pendaki tebing di Sumatera Barat. Melihat animo para pendaki tebing tersebut, masyarakat setempat kemudian berinisiatif untuk membuat resor dan homestay sederhana yang dibandrol dengan harga yang relatif murah untuk setiap kamarnya.

Melihat perkembangan demikian, pemerintah kemudian berupaya untuk mengembangkan Lembah Harau menjadi salah satu destinasi ekowisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Homestay dan resor yang mengutamakan aspek konservasi alam dan pemberdayaan sosial budaya masyarakat lokal, mulai dengan giat dikembangkan.

Jalur transportasi yang semula tidak terlalu memadai mulai digarap dengan lebih serius. Jalan dipermulus dan diperlebar. Masyarakat pemilik resort dan homestay juga diberi wawasan pengelolaan penginapan yang sesuai dengan manajemen standar perhotelan.

Hal ini bertujuan untuk membuat wisatawan yang datang ke Lembah Harau akan kembali lagi pada suatu hari nanti ke Lembah Harau. Dari Lembah Harau, jalur menuju Sumatera Timur terbentang, melewati Kelok Sembilan.

Foto : Fatris MH