Bertualang di Tengah Alam Takengon yang Diselimuti Awan

Kalau ke Aceh, jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Takengon yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Di sini kita seolah dikepung oleh kabut awan yang jaraknya seolah dekat dan mampu dijangkau tangan. Wisatanya pun sangat beragam.

Kesan pertama yang akan kita dapati begitu menginjakkan kaki di Takengon adalah hawa sejuk yang menyegarkan, serta alamnya yang indah. Wajar saja, sebab kota yang ada di kaki Gunung Leuser ini memang berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl. Awan yang menggantung di langit pun terasa begitu dekat, seolah bisa digapai tangan. Makanya banyak orang menyebut Takengon sebagai negeri di atas awan.

Kota yang telah dua kali dianugerahi Piala Adipura itu juga rapat ditumbuhi pepohonan pinus dan aneka vegetasi tropis lainnya. Sering kali terlihat gumpalan kabut menyelimuti kota kecil ini, membuat banyak para wisatawan merapatkan mantel karena suhu bisa mencapai 18 derajat celcius.

Paling pas jika Sobat Pesona berlibur di Takengon sambil menyeruput Kopi Gayo yang tersohor itu. Untuk menikmatinya, kita  bisa datang ke berbagai warung kupi, sebutan untuk kedai kopi di Takengon.


Danau Terluas di Aceh
Tak cuma sejuk dan hijau, Takengon juga menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pertama adalah Danau Laut Tawar, danau terluas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan luas 5.472 hektar.

Danau ini memiliki air biru kehijauan. Saking luasnya, danau ini memang terlihat seperti laut yang tenang dan sepi. Danau ini dikelilingi barisan pegunungan yang hijau sehingga menambah indah pemandangan yang ada.

Kita bisa mengelilingi Danau Laut Tawar dengan naik perahu motor, menikmati sapuan angin sambil bersepeda di tepi danau, atau memancing. Siapa tahu amu bisa mendapatkan ikan depik. Satwa air endemik yang mirip ikan teri, namun memiliki tubuh warna-warni. Kalau digoreng kering Ikan ini terasa renyah dan lezat, loh!


Gua Berselimut Legenda
Spot wisata kedua adalah Gua Putri Pukes. Gua ini lekat kaitannya dengan legeda Putri Pukes, putri yang hidup di Tanah Gayo. Sang putri disebut-sebut dikutuk menjadi batu karena melawan ibundanya. Batu itulah yang ada di dalam Gua Putri Pukes.

Konon katanya batu tersebut kadang menangis dan air matanya yang mengalir pun berubah menjadi batu. Ukuran batu yang ada di sana dapat membesar karena batu menangis. Karena cerita yang menarik inilah, Gua Putri Pukes ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan kebenaran legenda tersebut.


Wisata Arung Jeram di Sungai Pesangan
Bosan dengan aktivitas wisata yang begitu-begitu saja? Cobalah menjajal olahraga arung jeram di Sungai Pesangan yang melintas dari Jembatan Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, menuju Kampung Sanehen, Kecamatan Silihnara.

Bagi yang belum pernah mengikuti olahraga arung jeram pun tak perlu khawatir. Sebab, wahana wisata di Sungai Pesangan ini ada jalur yang dikhususkan untuk pemula, yakni Paket Family Rafting dengan lintasan grade I dan II. Anak-anak pun bisa menikmati wisata yang satu ini.

Tapi kalau Sobat Pesona ingin jalur yang lebih menantang, bisa menjajal lintasan dengan grade I hingga grade III. Jalur ini dinamai Paket Moderate Trip atau Brawang Mejin. Jaraknya 3,7 km, bermula di Pendere, Paya Nahu dan berakhir di Lukup Badak.

Paling ekstrem, ada jalur Paket Gantung Langit yang dikategorikan grade II hingga IV. Jaraknya memang lebih pendek, yaitu 2,5 km tapi dipastikan jalurnya lebih menantang adrenalin.