Mengenal Suku Baduy, Menjaga Kelestarian Alam Indonesia

Terletak di Desa Kenekes, Kabupaten Lebak, Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar, keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Mamun masih memegang teguh peraturan adat.

Sebagai negara yang kaya akan keberagaman, Indonesia dihuni oleh berbagai macam suku yang menetap di pelosok Nusantara. Kearifan lokal serta adat dan budaya menjadi ciri khas kearifan lokal Indonesia yang mendunia. Salah satu suku yang masih menjaga kelestarian alam Indonesia, dan masih hidup berdampingan dengan alam, yaitu Suku Baduy.

Suku baduy merupakan suku asli dari Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak. Tradisi dan budaya menjadi salah satu hal yang amat dijaga oleh Suku Baduy. Kelompok etnis Sunda ini hidup bersama alam di pegunungan Kendeng, Desa Kenekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Letaknya sekitar 40 km dari pusat Kota Rangkasbitung. Desa Kenekes ini sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata, tak heran jika banyak wisatawan yang kerap berkunjung untuk melihat langsung kebudayaan Suku Baduy.

Untuk sampai ke perkampungan Adat Baduy, kita harus berjalan sekitar 12 kilometer dengan melewati perkebunan dan menyebarangi sungai yang ada di balik perbukitan. Bagi wisatawan yang ingin bertandang ke desa adat ini harus didampingi oleh guide yang merupakan bagian dari Suku Baduy.


Terbagi menjadi 2 kelompok
Suku Baduy terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar. Kelompok Baduy Dalam atau Tangtu merupakan kelompok yang tinggal di dalam hutan dan paling patuh pada aturan yang sudah ditetapkan oleh kepala adat mereka.

Ciri khasnya Suku Baduy Dalam adalah dari pakaiannya. Dalam berpakaian, Suku Baduy Dalam diwajibkan memakai pakaian adat berwarna putih atau biru yang tidak berkancing dan berkerah, dan tidak memakai alas kaki. Mereka juga tidak mengenal teknologi, uang, maupun sekolah. Sehingga hanya berkomunikasi dengan bahasa asli mereka, yakni bahasa Sunda dan membaca huruf aksara Hanacara.

Berbeda dengan Suku Baduy Dalam, Baduy Luar tinggal di daerah yang letaknya mengelilingi wilayah  tinggal Suku Baduy Dalam. Perbedaan yang paling mencolok dari Suku Baduy Luar sudah mengenal kebudayaan luar, seperti sekolah, uang, dan teman.

Pakaian yang dipakai oleh Suku Baduy Luar juga berbeda dengan Baduy Dalam. Baduy Luar lebih didominasi pakaian warna putih. Kadang hanya bagian celananya saja berwarna hitam ataupun biru tua. Persamaan dari kedua kelompok Suku Baduy ini ialah sama-sama menjaga kelestarian alam tempat mereka tinggal.