Bukit Doa, Tempat Ibadah dengan Pemandangan Indah Kota Tomohon

Keindahan alam dan sejuknya udara di Bukit Doa membuat wisatawan menjadikan tempat ini sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bila berada di Sulawesi Utara. Bukit Doa juga jadi salah satu destinasi wisata religi yang menawarkan pemandangan yang indah.

Bukit Doa Tomohon salah satu objek wisata alam sekaligus tempat wisata religi, khususnya bagi umat kristiani di Tomohon, Sulawesi Utara. Bukit ini berada tepat di bawah kaki Gunung Mahawu, sehingga memiliki udara yang sejuk, dan alam yang indah khas suasana pengunungan.

Indah dan sejuknya alam, membuat tempat ini sering dijadikan tempat berlangsungnya pemberkatan nikah yang kudus, sampai tempat menggelar pesta pernikahan yang bertemakan taman. Bukit Doa Tomohon juga sering disebut Jalan Salib Mahawu.

Selain itu di Bukit Doa ini kita dapat menjumpai Amphiteater yang berbentuk setengah lingkaran yang sekilas tampak seperti Colloseum di Yunani. Tempat ini biasa digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya, tapi bisa juga digunakan sebagai altar untuk peribadatan. Bahkan seringkali dijadikan tempat untuk foto prewedding.

Pemandangan di puncak Bukit Doa sungguh memukau. Di puncak bukit terdapat Chapel of Mother Mary atau Kapel Maria. Bentuknya yang tak seperti gereja-gereja biasa, membuat gereja ini menjadi spot favorit untuk berfoto.

Selain itu, ada juga Grotto of Mother Marry, di sini kita bisa memanjatkan doa. Indahnya bangunan-bangunan tersebut semakin menambah pesona Bukit Doa ini. Hijaunya perkebunan yang terpapar di depan mata sungguh memanjakan mata kita. Pemandangan Kota Tomohon, pegunungan sekitar dan Gunung Lokon nampak terlihat dengan jelas. Salah satu gunung paling aktif di dunia ini serasa begitu dekat jika dipandang dari Bukit Doa ini.

Untuk mencapai tempat ini dari Kota Manado hanya membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit saja. Sebab, sebenarnya jarak antara Kota Manado dengan Bukit Doa Tomohon ini tidak terlalu jauh, hanya saja medan yang dilewati yang membuat perjalan terasa cukup lama.

Sementara untuk menaiki bukit, kita diharuskan berjalan kaki hingga ke puncaknya. Sedikit melelahkan memang, tapi sebanding dengan apa yang akan disajikan ketika kita sampai di atas puncak Bukit Doa.