Road Trip Medan-Lhokseumawe, Jangan Lupa Belanja Ikan Asin

Oleh-oleh khas Langsa, ikan asin. Kakap, talang, kerapu hingga alualu, panjangnya antara 30 sampai 60 cm. Siap diolah jadi gulai, goreng sambal, digabung dalam sayur daun ubi atau nasi goreng pun sedap menggoyang lidah.

Roadtrip atau perjalanan darat, memang memakan lebih banyak waktu. Tapi pengalaman dan keseruannya, lebih lengkap juga. Banyak hal yang terduga tapi berkesan, bisa ditemui sepanjang jalan dan waktu yang lebih panjang ini. Seperti beberapa saat setelah keluar dari kota Langsa, hanya 2 jam menjelang Kota Lhokseumawe. Seketika kebosanan dan kantuk menguap, di kanan kiri jalan tergantung dagangan menggiurkan, mencuri perhatian mata.

Di jalur perjalanan Medan-Lhokseumawe ini, selepas Langsa, kita akan disuguhi jajaran kios pedagang penjual oleh-oleh khas Langsa. Dagangan paling khas dan menggiurkan, ikan asin.


Kakap Sampai Kerapu
Ikan asin, walau tak lagi asing di dengar namun ukurannya di daerah ini luar biasa. Panjangnya bisa berkisar 30 cm sampai 60 cm. Bagi masyarakat Langsa, ikan asin memang kuliner favorit yang biasa diolah menjadi berbagai masakan. Dari gulai, goreng sambal maupun digabung ke dalam sayur daun ubi.

Yang lebih menarik, ikan asin Langsa ini terhitung masih segar. Bakti, salah satu penjual menjelaskan bahwa proses pengasinan ikan dilakukan selama 2 hari. Ikan dijemur hingga kering, tapi sebelum itu isi perut dibuang sehingga yang tersisa hanya daging, tulang dan kepala ikan saja.

Pilihannya ikannya, beragam sekali. Ada ikan kakap, talang, kerapu dan juga alualu, merupakan ikan yang paling sering diolah menjadi ikan asin. Untuk harga cukup terkjangkau yakni Rp,12.000,- per kilonya. Garam yang berperan sebagai satu satu bahan pengawet yang menjaga kualitas ikan asin dalam waktu lama, bahkan bisa bertahan sampai 3 bulan atau lebih.

Pembeli ikan asin Langsa ini kebanyakan adalah pendatang dari luar kota ataupun mereka-mereka yang kebetulan melintas. Perjalanan dari Medan ke Lhokseumawe yang biasa ditempuh dengan durasi kurang lebih 6 jam pun tak lagi membosankan.

Foto : Chalid Nasution