Bubur Sambas, Bubur Pedas Khas Kalimantan yang Wajib Dicoba

Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat, memiliki kuliner unggulan yang harus dicicipi. Bubur Pedas Sambas merupakan makanan khas kerajaan yang menjadi cerminan budaya kental di kerajaan Melayu Deli.

Menurut cerita masyarakat, Bubur Pedas Sambas dahulu berasal dari Suku Melayu yang menempati wilayah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya. Bubur pedas yang terbuat dari beras tumbuk halus ini dulunya merupakan makanan khusus para raja.

Bubur Sambas hanya akan dimasak pada acara kerajaan maupun acara adat yang sangat sakral. Bahkan saat jaman perang, bubur pedas juga dibuat untuk menghemat biaya makanan pada saat rakyat di Kabupaten Sambas berperang melawan penjajahan.

Sebab, pada saat penjajahan stok makanan sangat sedikit dan menipis, sehingga rakyat berinisiatif untuk membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya, caranya dengan membuat makanan Bubur Sambas ini. Namun kini, hal tersebut tidak berlaku lagi, karena di wilayah Kalimantan Barat sudah banyak kedai yang menjajakan kuliner bubur pedas.

Proses pembuatannya dimulai dengan beras yang ditumbuk halus, kemudian dioseng dan diberi aneka bumbu rempah serta sayuran. Tidak heran jika bubur ini dinilai penuh gizi, dan memiliki rasa yang sangat segar. Sayuran seperti kangkung, pakis, daun kesum menjadi campuran yang menyehatkan.

Banyak orang mengira bahwa Bubur Pedas Sambas ini memiliki rasa pedas yang berasal dari cabai. Padahal tidak. Bubur ini terasa pedas yang berasal dari lada saat bumbu beras disangrai. Namun Bubur Sambas sendiri rasanya tidaklah sangat pedas. Hanya ada rasa-rasa pedasnya sedikit saja.

Saat menyantap Bubur Pedas Sambas sendiri akan makin nikmat jika ditemani gorengan ikan teri, bawang, kacang tanah, kecap, dan jeruk. Teksturnya gurih dan segar, tentunya lebih enak disantap saat masih hangat. Harga bubur ini relatif murah dan sangat terjangkau. Hanya sekitar Rp7000 sampai Rp10.000 saja.