Kepiting Soka, Lezatnya Kepiting Lunak Kalimantan

Kebanyakan orang enggan menyantap hidangan kepiting lantaran makannya butuh perjuangan. Dagingnya tersembunyi di balik cangkang dan capitnya yang keras. Mau makan aja susah...

Tapi berbeda dengan kepiting soka khas Kalimantan Utara. Kepiting soka yang biasa disajikan sebagai kuliner andalan di sana itu justru bercangkang lunak dan lembut. Makanya kepiting ini juga disebut sebagai kepiting lemburi atau soft-shell crab. Nama soka sendiri merupakan singkatan dari soft karapas yang berarti cangkang lunak.

Harus Dipanen Dalam 2 Jam

Sejatinya, kepiting soka tak ada bedanya dengan kepiting bakau lainnya. Yang membedakan adalah cara budidayanya yang perlu trik khusus. Untuk mendapatkan kepiting bercangkang lunak, petambak kepiting harus memelihara bibit kepiting di kolam budidaya selama 21 hingga 25 hari. Selama itu, kepiting soka akan diberi makanan berupa ikan rucah, daging kerang, atau pelet.

Untuk merangsang pergantian kulit, biasanya petambak akan mencopot cangkang dan memotong kaki-kakinya. Saat kepiting sedang berganti kulit atau moulting, kepiting lekas dipanen sebelum cangkangnya mengeras kembali dalam kurun waktu dua jam. Hasilnya, kepiting soka memiliki cangkang yang lembut dan dapat langsung dimakan tanpa perlu dibelah atau dihancurkan terlebih dahulu.

Rangsang Pertumbuhan Otak

Di Kalimantan Utara, terutama di Tarakan, kepiting soka banyak dijajakan di sepanjang jalan, baik di warung makan kecil maupun restoran mewah. Biasanya, kepiting soka disajikan dengan cara digoreng tepung atau diberi saus asam manis. Bisa juga diolah menjadi sup kepiting yang hangat dan lezat.

Nah, selain lezat, ternyata kepiting juga mengandung gizi dan vitamin yang luar biasa baik bagi tubuh. Kepiting umumnya kaya akan protein yang penting dalam pembentukan otot dan jaringan tubuh. Selain itu, kepiting juga kaya akan asam lemak omega 3 yang berguna untuk pertumbuhan sel otak. Walaupun kepiting tetap mengandung kolesterol, namun kepiting  rendah kandungan lemak jenuh.

Dalam tubuh kepiting juga mengandung vitamin B12, lho. Kandungannya cukup tinggi, yaitu sekitar 10,4 mcg/100 mg. Yang tak kalah penting, kepiting juga mengandung selenium yang berperan dalam mencegah kanker dan perusakan kromosom serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri.

Kandungan tersebut bertambah kaya saat kita menyantap kulit lunak pada kepiting soka. Kulit kepiting soka yang lunak ternyata juga mengandung chitosan dan karotenoid yang berfungsi menyerap lemak dan kolesterol serta racun-racun lain.

Wah, ternyata, kepiting soka tak cuma lezat di lidah tapi juga membawa banyak manfaat bagi tubuh. Jadi, sudah tak ragu lagi kan untuk segera mencicipi kepiting soka khas Kalimantan Utara ini?