Sumpit Jadi Senjata Mematikan Dari Suku Dayak

Bukan pistol ataupun meriam, tapi Sumpit! Yup, itulah senjata andalan sekaligus mematikan dari Suku Dayak Kalimantan. Walaupun bentuk tidak meyakinkan, tapi jangan tanya efek yang dihasilkan. Dalam hitungan detik lawan bisa tak bernyawa. Hati-hati!

Bila ditanya apa senjata tradisional yang efektif dalam membunuh, mungkin jika menjawab sumpit orang akan berpikir aneh. Namun, itulah yang terjadi di Suku Dayak Kalimantan. Senjata yang umun digunakan Suku Dayak di sini terkenal sangat mumpuni dan juga mematikan.

Dahulu kala selain untuk keperluan berburu, senjata sumpit ini juga digunakan saat ngayau atau perang antar suku, dan juga sangat berperan dalam mengusir penjajah. Buat Suku Dayak, ini menjadi senjata paling menakutkan. Karena beroperasi nyaris tanpa bunyi.

Peralatannya cukup sederhana. Terdiri dari batang atau badan sumpit itu sendiri. Dahulu dibuat menggunakan kayu ulin yang dibentuk menjadi pipa berdiameter 2-3 cm, dengan panjang sekitar 2 meter.  Kemudian bagian tengahnya dilubangi sekitar 1 cm.

Untuk anak sumpit, atau dalam bahasa Dayak Iban disebut lajak, dibuat menggunakan bambu. Berbentuk ramping dengan ujung yang tajam. Di belakangnya diberi semacam gabus. Kadang ditempel  bulu-bulu burung agar stabil saat melayang di udara. Ujung mata tombak juga disematkan di ujung badan sumpit, yang kurang lebih berfungsi seperti sangkur pada senapan.

Yang membuatnya menjadi senjata mematikan adalah racun yang dibubuhkan di ujung lajak-nya. Ada yang menggunakan  getah pohon dan ramuan-ramuan tumbuhan atau ipoh. Ada juga yang memanfaatkan racun atau bisa dari hewan-hewan tertentu, seperti ular, kalajengking ataupun kodok hijau. Ini dinamakan kunyung. Efeknya, jangan ditanya, dalam hitungan menit bahkan detik sasaran yang terkena dipastikan lumpuh dan tidak bernyawa.

Patut diacungi jempol melihat kemampuan mereka dalam menggunakan sumpit. Setidaknya yang terlihat dalam perlombaan sumpit dalam rangkaian Festival Danau Sentarum 2018. Mengandalkan teknik pernafasan dan kemampuan membidik, papan sasaran sejauh 30 meter sepertinya mudah saja bagi mereka. Bahkan menurut cerita, untuk orang yang benar-benar ahli, jarak 100 meter pun bisa dilakukan.

Bukan main, benar-benar senjata silent killer dari Suku Dayak in.

Foto: Kodjang