Pesta 11 Etnis Dayak Malinau

Redaksi Pesona

24 October 2018

Buat Sobat Pesona yang ingin berkunjung ke Kalimantan, khususnya Kalimantan Utara, jangan sampai melewatkan event promosi seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif, bertajuk Fesival Budaya Irau Malinau. Gelaran faestival budaya yang dilaksanakan 2 tahun sekali ini, merupakan acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (15-26 Oktober).  


Libatkan 11 Etnis Dayak Asli
Pada tahun 2018 ini, Festival Budaya Irau Malinau 2018 memasuki pelaksanaan yang ke-9, dimana perhelatan pesta budaya kali ini digelar pada Bulan Oktober bersamaan dengan HUT Kabupaten Malinau ke-19. Pelaksanaan event yang dipusatkan di kota Pelangi Intimung (Indah Tertib Makmur Unggul) ini melibatkan 11 etnis Dayak asli Kabupaten Malinau, sehingga membuat pelaksanaan festival budaya Dayak tahun ini terasa lebih meriah.

Dari 11 Etnis Suku Dayak asli Malinau tersebut diantaranya etnis Lundayeh, Kenyah, Kayan, Tahol, Tinggalan, Punan, Abai, Berusu, Sa’ben, Tidung, dan Bulungan. Event yang juga menyertakan paguyuban-paguyuban etnis Nusantara yang ada di Malinau ini diharapkan mampu memperlihatkan indahnya keberagaman Malinau secara keseluruhan.


Gelaran Seni Budaya
Di pesta rakyat Festival Budaya Irau Malinau 2018, Sobat Pesona bisa menyaksikan beragam pertunjukan kekayaan seni budaya Malinau, aneka lomba, pameran, hingga hiburan. Tari-tarian yang dikedepankan pada event tahun ini merupakan tari-tarian dari Suku Dayak Kenyah. Para penari membawakan tarian perang dan tarian penyambut tamu. Dalam perayaannya, mereka menampilkan tari tunggal dan tari berpasangan.

Gelaran seni dan budaya lainnya meliputi pameran Anyat, Saung, baju-baju yang terbuat dari manik-manik, parang, dan obat-obatan tradisional Belengla. Dalam acara ini Sobat Pesona juga bisa menyaksikan lomba unik yang mungkin tak akan dijumpai selain di Kabupaten Malinau, misalnya kompetisi menyumpit dan lomba tari Dayak.


Menuju Malinau
Provinsi Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia Timur. Selain bertujuan untuk mengundang wisatawan lokal, event ini juga bertujuan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara, khususnya turis dari wilayah Malaysia.

Selain memiliki wisata pantai yang airnya jernih dengan pemandangan yang indah, Kalimantan Utara juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa, seperti wisata alam pegunungan, sungai, hutan lindung, dan air terjun. Salah satu destinasi wisata yang berada di Malinau antara lain Taman Nasional Kayan Mentarang, Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Malinau. Selain itu, ada dua lokasi wisata yang terpilih sebagai nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017, yakni Kampung Adat Setulang dan Air Panas Semolon.

Lokasi pelaksanan Festival Budaya Irau Malinau berjarak sekitar 30 menit dari Tarakan. Sementara perjalanan dari Samarinda hingga sampai di bandar udara Malinau, memerlukan waktu sekitar dua jam perjalanan.


Review 5


Dalam acara festival Budaya Irau Malinau kamu juga bisa menyaksikan lomba unik yang mungkin tak akan kamu jumpai selain di Kabupaten Malinau, misalnya kompetisi menyumpit dan lomba tari Dayak. Bukan hanya sebagai hiburan, Festival Budaya Irau Malinau ini juga dijadikan Pemerintah Kabupaten Malinau sebagai promosi wisata dan ekonomi kreatif.

Rachmatulla


Ternyata banyak ya etnis dari suku Dayak itu. Saya hanya tahunya suku Dayak saja. Disini bersatu untuk menunjukkan pagelaran budaya.

Muhammad Fariz Zhafari


event promosi seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif, bertajuk Fesival Budaya Irau Malinau.

Dina Faramitha Simbolon


Festival Budaya Irau Malinau 2018 melibatkan 11 Etnis Suku Dayak asli Malinau tersebut diantaranya etnis Lundayeh, Kenyah, Kayan, Tahol, Tinggalan, Punan, Abai, Berusu, Sa’ben, Tidung, dan Bulungan yang membuat festival ini meriah

Adnan Yollanda


Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten. Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat desa Pelita Kanaan yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Dayak Abai.

Luppy Hakim