Jalan-Jalan Santai, Blusukan Makassar dengan Becak

Redaksi Pesona

11 October 2018

Becak memang jadi kendaraan umum yang dulu mudah dijumpai di berbagai kota di Indonesia, tapi kini mulai menghilang. Rupa dan bentuknya berbeda-beda, namun fungsinya sama, membawa penumpang atau barang dengan menggunakan tenaga kayuh manusia. Di Makassar, kita masih bisa keliling kota dengan angkutan bertenaga kayuh ini.

Becak Makassar ukurannya lebih kecil cenderung sempit dibanding becak di Jawa. Jika biasanya muat dua orang maka disini sebaiknya untuk seorang saja, apalagi jika badan kita berukuran sedang atau besar. Bentuk becak Makassar kotak tidak ada lengkung atau cembung seperti becak di Yogyakarta.

Ada papan di bagian depan kanan- kiri yang kadang membuat kaki kita sukar bergerak. Namun apalah arti kesulitan semua itu untuk kita yang belum pernah mencoba hal di tempat baru, bukan?


Pagi atau Sore, Lebih Nikmat
Becak bisa jadi pilihan untuk menikmati kota Makassar dengan santai. Seperti berkeliling dari Fort Rotterdam, Karebosi atau pantai Losari menjelang sunset. Tapi, kalau ingin naik becak untuk keliling kota, lebih baik lakukan pada pagi atau sore hari saja.

Tukang becak di Makassar selalu menggunakan topi lebar (caping) sebagai pelindung kepala dari panas. Kita juga perlu mengenakan topi dan jaket lengan panjang. Ini karena kota Makassar begitu ‘royal’ menebarkan cahaya mataharinya, terik banget bro...

Hal sama yang berlaku dimanapun, sebelum naik adalah tawar menawar. Sebagai gambaran, untuk jarak kurang lebih 1 kilometer tarifnya Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-. Jika harga tidak sesuai dengan tawaran, maka kita bisa pindah ke penarik becak lain di dekat situ.

Sebagai contoh, jika kita ada di Fort Rotterdam dan merasa lelah tetapi masih ingin memotret matahari terbenam di Masjid Amirul Mukminin yang berjarak sekitar 1.3 km maka kita bisa naik becak kayuh dengan gambaran harga seperti di atas.

Sejak tahun 2004 di orang Makassar mengenal becak alternative, yaitu becak bertenaga motor atau bentor. Namun ruang lingkup operasi bentor tidak seluas becak kayuh karena terhalang masalah ijin penggunaan dan surat kelengkapan kendaraan bermotor. Beda dengan becak kayuh yang boleh beroperasi dimanapun.


Review 10


Jalan-jalan sore naik becak sambil menikmati keindahan kota maoasat sungguh mengasyikan

yuliana


Makassar terkenal dengan keindahan pantainya dan merupakan gerbang kota bagi kota-kota diwilayah Indonesia Timur. Enak rasanya menikmati kota Makassar menggunakan becak kayuh maupun bentor yang menjadi transportasi khas Sulawesi

Ria Restyowati


Becak Makasar, baru tau dan lihat loh saya, lucu ya bentuknya ramping dan hanya muat untuk satu orang saja. Walaupun berbeda bentuk tetap memiliki fungsi yang sama, alat transportasi tradisional yang harus dilestarikan nih.

Dini Handayani


Transportasi becak tradisional tetap ada meski perkembangan zaman meningkat. Becak ini terus ada jangan sampai punah karena bisa jadi ikon disuatu kota. Seperti dikota saya ada becak tradisional.

Dina Faramitha Simbolon


Becak sama kaya di Jogja, dan tentunnya ramah lingkungan

Idris Hasibuan