Total 16 Atraksi Budaya Panaskan Festival Pesona Minangkabau 2019

Redaksi Pesona

05 December 2019

Kabupaten Tanah Datar,  Provinsi Sumatera Barat, untuk keempat kalinya menyelenggarakan Festival Pesona Minangkabau 2019. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpareraf) festival ini tengah digelar dari tanggal 4-8 Desember 2019 di Kota Batusangkar, tepatnya di Istano Basa Pagaruyung, Gedung Maharajo Dirajo dan Lapangan Cindua Mato.

Festival Pesona Minangkabau, digelar dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau dan mempromosikan pesona wisata Tanah Datar, Sumatera Barat. Festival Pesona Minangkabau telah sukses masuk dalam salah satu dari 100 Wonderful Event di Indonesia selama 3 tahun berturut-turut, yaitu tahun 2018, 2019 dan 2020 mendatang.

Festival Pesona Minangkabau 2019 tidak hanya diikuti dari  perwakilan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, tetapi juga diikuti oleh perwakilan dari Provinsi Bengkulu, Riau, hingga dari Malaysia.

Salah satu  nilai lebih dari festival ini adalah adanya pencatatan Rekor MURI  Budaya setiap tahun. Sejak pelaksanaan festival kedua tahun 2017, dicatatkan rekor Arakan Jamba Terbanyak, yaitu 1.111 Arakan. Kemudian di tahun 2018 dicatatkan rekor  Minum Kawa dengan tempurung terbanyak 4.000 gelas tempurung. Sedangkan di tahun 2019 ini akan dilakukan pagelaran Talempong Pacik Terbanyak dengan target; 2.000 orang pemain.

Selain pencatatan rekor MURI dalam Festival Pesona Minangkabau 2019 juga akan banyak acara yang digelar. Mulai dari Pawai Budaya yang akan diikuti oleh Masyarakat Tanah Datar, Perwakilan dari Provinsi Riau dan Bengkulu, dan perwakilan dari negara Tetangga Malaysua.

Lalu ada kegiatan Arakan Jamba, yaitu perarakan Jamba yang berisi makanan khas Minang yang dibawa oleh  para Bundo Kanduang dari 75 Nagari di seluruh Tanah Datar. Ada juga Pagaruyung Expo, yaitu pameran potensi ekonomi, baik itu kuliner, pertanian, pariwisata dan kerajinan tangan.

Kemudian digelar juga  Pagelaran Budaya Spesifik Minang  yang menampilkan  sanggar seni se-Tanah Datar dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, disambung dengan Pagelaran Seni Budaya Melayu yang menampilkan pentas seni budaya dari provinsi Riau, Bengkulu  dan perwakilan dari negara Malaysia.

Selain itu digelar juga Festival Matrilineal dan Pameran Benda-benda Pusaka yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan terhadap Sistem Matrilineal, sejarah maupun perkembangan benda-benda pusaka yang ada di Indonesia dari masa ke masa. Pameran ini digelar di Gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar.

Total, dikabarkan akan ada 16 atraksi budaya khas Minangkabau yang akan memanjakan para wisatawan yang hadiri Festival Pesona Minangkabau 2019 ini.

Di luar kegiatan bertema budaya, ada juga kegiatan Pameran Foto Pesona Minangkabau yang diikuti oleh para fotografer Sumatera Barat. Berbagai hasil jepretan pesona wisata dan Budaya Minangkabau akan ditampilkan pada pameran Foto yang berlangsung selama 5 hari. Juga di Gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar.

Festival yang masuk ke daftar 100 Calendar of Event Wonderful Indonesia 2019 ini dibuka oeh Bupati Tanah Datar Ir. Irdinansyah Tarmizi didampingi oleh Esthy Reko Astuti, tenaga ahli bidang manajemen calendar of event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  di Istano Basa Pagaruyung.

Irdiansyah Tarmizi menjelaskan dalam sambutannya, bahwa telah disepakati di antara kepala daerah di Sumatera Barat bahwa Tanah Datar menjadi tempat satu- satunya festival khusus kebudayaan Minangkabau.  Sebagai pusat kebudayaan Minangkabau, Festival ini akan menyajikan berbagai kegiatan seni dan budaya Minangkabau. Seperti Arakan Bajamba yang akan diikuti oleh Bundo Kanduang dari 75 Nagari dari 13 kecamatan.

Esthy Reko Astuti menyambut baik  kegiatan Festival Pesona Minangkabau.  “Sebuah kegiatan masuk dalam Calendar of Event ada kriterianya, mulai dari Creativity, Comercial, Comitment dan Consistensy, kegiatannya penuh dengan kegiatan yang  menyajikan kreatifitas pesertanya, mempunyai nilai komersil yangmendatangkan pemasukan ekonomi untuk masyarakat setempat, kepala daerahnya yangmemiliki komitmen yang kuat untuk kemajuan pariwisata di daerahnya dan konsistensi penyelenggaraan yang selalu ada.

Foto: Dok. Forwarpar


Review 0