Jakarta Fashion Week 2020, Kolaborasi Industri Kreatif dan Kain Indonesia

Redaksi Pesona

24 October 2019

Jakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat fashion Asia Tenggara dengan gelaran Jakarta Fashion Week 2020 (22-28 Oktober) di Senayan City, Jakarta Pusat. Event fashion terbesar di Indonesia ini menghadirkan 75 fashion show dengan ribuan koleksi dari lebih dari 270 label dan desainer dari dalam dan luar negeri. Tahun ini Jakarta Fashion Week 2020 menghadirkan karya-karya desainer terkini dan tren 2020, serta secara khusus mengusung misi menyadarkan publik tentang indahnya kain tradisional Indonesia.

Jakarta Fashion Week 2020 menyelenggarakan talkshow Mencintai Kain Tradisional Indonesia. Talkshow menghadirkan peranang busana Novita Yunus, Christina Pangaribuan, pengusaha Lia Candrasari, serta perwakilan Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia & Pecinta Wastra Nusantara, Monique Hardjoko. Unsur warna, motif hingga makna dan rahasia dalam sehelai kain tradisional Indonesia semakin dikenal dunia fashion dan generasi millenial.

Selama 7 hari, pecinta fashion disuguhi tren fashion tahun depan dan keindahan kain-kain asli Indonesia di Jakarta Fashion Week 2020. Setiap hari runway Jakarta Fashion Week 2020 dipenuhi busana-busana indah dengan kain tenun, batik, songket hingga lurik Nusantara. Jakarta Fashion Week 2020 mematahkan pandangan bahwa kain tradisional itu kuno, sulit dipakai untuk sehari-hari atau dipadukan dengan teknologi dan tren fashion modern.


Batik, Tenun Hingga Ecoprint
Jakarta Fashion Week 2020 merupakan bagian dari Indonesia Creative Week, sebuah gerakan kolaboratif yang mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia bersama Brightspot, IdeaFest, dan Jakarta Culinary FEastival. Jakarta Fashion Week 2020 berkolaborasi dengan desainer dan institusi Indonesia maupun internasional.

Seperti Toton, Peggy Hartanto, Cotton Ink, Jenahara, Danjyo Hiyoji, Friederich Herman hingga British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Model Association, serta Korea Creative Content Agency hadir di sini. Sederet nama desainer lokal juga menyuguhkan karya terbaik mereka. Sebut saja Sejauh Mata Memandang, Natalia Kiantoro, Oscar Lawalata, Obin, Purana, Windy Chandra dan masih banyak lagi.

Oscar Lawalata bersama Pesona Sisterhood Runway menampilkan sejumlah koleksi yang mengangkat keindahan wastra Nusantara dalam balutan kontemporer melalui persembahan pergelaran busana berjudul “I Am Indonesian The Future: Aku dan Kain”. Oscar Lawalata mengajak generasi muda Indonesia untuk tetap melestarikan eksistensi kain khas Nusantara dan mendukung gerakan masyarakat Indonesia merayakan keberagaman budaya.

Kain-kain Nusantara yang terbentuk dari perjalanan budaya selama ratusan tahun memang selalu memikat. Desainer Obin, menampilkan koleksi BIN House dengan tema Rayuan Kain. Obin mengeksplore keindahan kain-kain tradisional Indonesia yang dimaknai sebagai pemersatu bangsa yang dituangkan dalam 48 set koleksi busana.

Tak hanya kreativitas, Jakarta Fashion Week 2020 juga membangun kesadaran terhadap lingkungan. Konsep Eco Fashion semakin eksis di industri fashion, busana dibuat dengan memaksimalkan manfaat komunitas dan meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan. Busana Eco Fashion yang dibuat dengan bahan-bahan alami hadir dalam Jakarta Fashion Week 2020 lewat pegiat kain Humbang Kriya yang berkolaborasi dengan desainer Purana dan Windy Chandra.

Pegiat kain dari tepian Danau Toba di Kabupaten Humbang Hasundutan ini menampilkan kreasi bertajuk ‘Laboring Love, Weaving HOPE’, yang terdiri dari 34 look rancangan Purana dan 14 rancangan Windy Chandra. Mereka membuktikan, kain-kain produksi pengrajin Sumatra Utara ini bisa menjadi koleksi yang trendy. Seluruh koleksi dibuat dengan kain-kain Humbang Kriya, yaitu Humbang Shibori, Humbang Batiq, Tenun Songket Humbang dan Humbang EcoPrint.


Foto: Afri Luhur


Review 0