Malang Beach Festival ke-3, Disambut Luar Biasa

Redaksi Pesona

29 September 2019

Malang Beach Festival (MBF) ke 3, Sabtu (28/9) benar-benar luar biasa. Event yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang itu menyedot animo masyarakat untuk datang dan menonton pawai kebudayaan ini. Ribuan orang, datang memenuhi ruas jalan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kirab yang diikuti sekitar 80 peserta itu, memang digeber dalam rangkaian HUT ke 1259 Kabupaten Malang.

Sejak siang, masyarakat berduyun-duyun untuk memenuhi jalan sejauh hampir satu kilometer. Mereka rela berpanas-panasan menunggu acara dimulai. Tidak hanya masyarakat Malang Raya saja yang menonton, namun juga penonton dari Kota Kediri ataupun Probolinggo. Apalagi, dua kota di Jawa Timur ini, ikut ambil bagian dalam event bergengsi yang diadakan setiap tahun tersebut. Mereka puas karena dapat menonton 80 peserta kirab budaya dengan keseniannya.


Kirab Panji Penuh Warna
Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi mengatakan tahun ini, kegiatan MBF sengaja diadakan di Kecamatan Kepanjen. Bukan seperti tahun-tahun sebelumnya, yang selalu digelar di Pantai Selatan. “Kota Kepanjen adalah Ibu Kota Kabupaten Malang,” katanya saat membuka acara ini. Ia berharap, tingkat destinasi wisata akan meningkat, usai event ini digelar. “Dapat pula mendatangkan investor untuk sama-sama membangun dan memajukan Kepanjen,” terangnya.

Tidak hanya itu. Sanusi memaparkan, usai MBF ke-3, kegiatan serupa bakal diadakan di kecamatan lain. Seperti Kecamatan Tumpang, Pujon ataupun Ngantang yang memang merupakan basis-basis tempat wisatawan. Seperti Pujon yang dikenal dengan Desa Wisata Pujon Kidul. Yakni kawasan yang sangat bernuansa pedesaan dan cocok untuk masyarakat kota menikmati alamnya yang asri dan penuh pemandangan persawahan. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Dr. Made Arya Wedhantara SH, M.Si, mengatakan, parade mobil hias dan pawai kostum itu diikuti 80 peserta. Rinciannya, 33 peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, 34 kontingen dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan 13 lainnya dari perusahaan, instansi ataupun kota lain.  “Tema yang diangkat namanya Kirab Panji,” tegas Made, sapaan akrabnya.

Nama Panji, digunakan untuk melestarikan dan mengembangkan potensi seni di wilayah Kabupaten Malang. “Ini sekaligus mempromosikan seni budaya dan berbagai produk unggulan, serta regenerasi pelaku kesenian di Kabupaten Malang. Setidaknya, kunjungan wisatawan juga akan naik setelah destinasi baru mulai dikenal,” tambah dia. MBF, kata Made, merupakan pestanya masyarakat Malang Raya.

Malang Raya dikenal memiliki tiga daerah. Yakni Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Masing-masing memiliki potensi wisata dan kuliner yang luar biasa. “Kota Malang memiliki perhotelan dan kuliner, Kabupaten Malang dan Kota Batu, memiliki alam dan pariwisata yang berkembang terus menerus. Sehingga sangat potensial untuk perkembangan pariwisata di Malang Raya,” ungkapnya. 

Rangkaian MBF ke-3, digelar berturut-turut pada Bulan September, Oktober dan November. Dua agenda baru untuk meramaikan rangkaian MBF ke-3 yakni beach marathon dan culinary festival yang semua kegiatan ini digelar di pesisir pantai Malang Selatan. “Jadi, jangan lewatkan event-event itu, sebagai suguhan wisata baru dari Kabupaten Malang untuk pariwisata di Indonesia,” tutup Made.


Foto: Iwan Kurniawan


Review 0