Menikmati Musik Alam di Tanjung Selor, Jangan Lewatkan 3 Tempat Kece Ini

Redaksi Pesona

24 September 2019

Tunjuk tangan yang sudah pernah ke Tanjung Selor, ibukotanya Kalimantan Utara? Seru ya. Menikmati beragam wisata alam, mengunjungi beragam tempat bersejarah, dan juga menikmati kuliner di tepi Sungai Kayan, yang membelah kota Tanjung Selor, sungguh menyenangkan. Nah, buat yang belum, mumpung ada event menarik di sana, pelesiran ke kota yang popular dengan Kerajaan Bulungannya ini bisa jadi pilihan.

Ya, di Tanjung Selor akan diadakan gelaran musik bernama Musik Alam Fest 2K19 pada 28 hingga 29 September 2019. Event yang diselenggarakan oleh Aliansi Komunitas Kaltara dan didukung oleh Dinas Pariwisata Kalimatan Utara ini sudah berjalan selama tiga tahun. Tujuannya sebagai ajang kreativitas para musisi Kaltara dan menjadi event yang menarik para pelancong untuk datang.

Karenanya, event di tahun ini juga akan dimeriahkan oleh para musisi nasional seperti Balawan dan Pusakata, selain musisi lokal seperti Uyau Moris, Adam Alaydrus, M. Budi Setyawan, dan Riduansyah Subali. Nggak cuma pentas musik, gelaran besar di Kaltara ini juga dimeriahkan dengan pentas tarian, pasar digital, karnaval budaya, gelar pangan tradisional, hingga fashion show Batik Kaltara. Seluruh aktivitas ini akan digelar di Taman Enggang, Tanjung Selor. Seru banget!

Menuju kota Tanjung Selor ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pesona Travel sendiri memilih untuk menggunakan penerbangan dari Jakarta menuju Tarakan, Kalimantan Utara. Selanjutnya, berganti transportasi speed boat melalui Pelabuhan Tengkayu menuju Tanjung Selor. Dengan tarif speedboat sekitar Rp 120.000, kapal cepat ini akan menyeberangkan kita selama 1,5 jam.


Gunung Putih
Ketika datang untuk mengunjungi Musik Alam Fest di tanjung Selor, jangan lupa untuk menjelajahi kota ini juga. Wisata alam, wisata sejarah, hingga kulinernya juga menarik untuk dicicipi. Jika senang dengan wisata alam, ada beberapa spot yang bisa didatangi. Salah satu yang terdekat dengan pusat kotanya adalah Gunung Putih. Ini merupakan gunung kapur berwarna putih yang sangat indah dengan tebing-tebing alami yang seperti dipahat. Kita bisa naik ke puncaknya untuk menikmati kota Tanjung Selor dan Tanjung Palas dari ketinggian.


Museum Kesultanan Bulungan
Untuk wisata sejarah kita bisa bertandang ke Museum Kesultanan Bulungan. Kesultanan Bulungan atau Bulongan adalah kesultanan yang pernah menguasai wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan dan Tawau (yang menjadi bagian Sabah, Malaysia sekarang). Kesultanan ini berdiri pada 1731, dengan raja pertama bernama Wira Amir gelar Amiril Mukminin (1731–1777), dan Raja Kesultanan Bulungan yang terakhir atau ke-13 adalah Datuk Tiras gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931-1958).

Mengingat Bulungan adalah kota bersejarah di mana pada masanya merupakan sebuah kesultanan maka dibangunlah museum kesultanan. Objek Wisata Sejarah Museum Kesultanan Bulungan menyimpan sejarah kejayaan masyarakat Bulungan. Meski pada tahun 1964 bangunan Kesultanan Bulungan pernah terbakar namun masih banyak menyimpan sisa peninggalan dimasanya seperti benda-benda bersejarah peninggalan seperti tempat, foto-foto, kursi, meja, dan baju kebesarannya.


Kuliner Tepi Sungai Kayan
Tanjung Selor juga tempat yang seru buat kulineran. Di sini kalau lagi musimnya, jajaran penjual durian dan lai (semacam buah durian tapi lebih kecil dan dagingnya berwarna jingga), banyak di tepian Sungai Kayan. Di sini juga tempat kita cari kuliner seperti seafood atau hidangan ikan sungai seperti ikan patin bumbu kuning. Ada satu spot kuliner terkenal di sini bernama Kulteka (Kuliner Tepi Kayan).

Banyak kan hal yang menarik di Tanjung Selor. Yuk, ke sana sambil nonton Musik Alam Fest.


Foto: iPhalX, Yul Kusuma


Review 0