Festival Jatiluwih 2019, Keelokan Tradisi Bali di Tengah Persawahan

Redaksi Pesona

21 September 2019

Festival Jatiluwih 2019 yang mengusung tema Glorifying Dewi Sri for Prosperity and Harmony dibuka secara resmi oleh Tenaga Ahli Menpar bidang Pemasaran dan Kerjasama I Gede Pitana, di areal persawahan Jatiluwih, Jumat (20/9/2019), dengan ditandai pemukulan gong. Festival Jatiluwih 2019 menampilkan perpaduan alam dan seni budaya dibuka dengan tarian kolosal Rejang Kesari yang melibatkan 400 orang penari.

Pembukaan yang dilakukan di tengah areal persawahan dipilih tidak terlepas hubungan nya dengan daya tarik utama taman wisata alam yang ada di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, yaitu sawah-sawah yang sangat luas dan tersusun sangat indah.


Suguhan Seni dan Tarian Legendaris
Pembukaan Festival Jatiluwih juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Asisten I Setda Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan, Perwakilan Bupati/Walikota se Bali, Forkompinda Tabanan, Sekda Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD beserta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan keterangan bahwa festival yang digelar pada 2019 ini merupakan bagian dari bentuk promosi desa Jatiluwih kepada masyarakat, untuk memberikan rasa penasaran kepada orang-orang tentang desa Jatiluwih melalui serangkaian program seni budaya yang di tampilkan.

Adapun beberapa kesenian ditampilkan, seperti tarian kolosal Rejang Kesari yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK dari Penebel. Ada lagi kesenian khas dari kabupaten Tabanan Okokan, serta tarian lain yang juga menyemarakkan festival ini seperti tari Bungan Sandat sebagai tari penyambutan, tari Mentangi, tari Cendrawasih, tari Margapati dan tarian lainnya.

Yang cukup menarik adalah tari Margapati, tari yang tercipta pada tahun 1942 sebagai karya dari legenda seniman Bali, I Nyoman Kaler. Tarian ini memiliki karakter keras yang lebih cenderung mengekspresikan karakter keras laki-laki. Tari Margapati biasanya ditarikan oleh seorang penari wanita dengan gerakan - gerakan yang menyerupai seorang laki - laki. Tari Margapati disusun dengan koreografi perpaduan dari gaya Bali Utara dan Bali Selatan.

Selain tari-tarian ada juga penampilan live performance lainnya, seperti Keroncong Jancuk, Band Nosstress, Planet Bamboo, Balawan, dan juga Gus Teja. Sedangkan untuk lebih menghidupkan suasana juga terdapat permain game-game yang dipersiapkan oleh penyelenggara serta joged Bumbung yang biasanya sang penari berjoged dengan salah seorang penonton yang hadir.

Festival Jatiluwih 2019 berlangsung dari hari ini Jumat (20/9/2019) sampai dengan hari Minggu (22/9/2019) yang berpusat di areal perbukitan di D’Uma Jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan.


Foto : Mikhael Naftali


Review 0