74 Penari Cilik Buka Festival Jathilan Bromo 2019

Redaksi Pesona

25 August 2019

Suara gendang menggema menggetarkan Amphiteater Terbuka Bromo, di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, tempat diselenggarakannya Festival Jathilan Bromo 2019. Suaranya tegas menemani suara slompret yang menjadi ciri khas musik seni Jathilan. Alunannya begitu pas mengiringi 74 penari cilik yang menjadi pembukaan di Festival Jathilan Bromo 2019, pada Sabtu 24 Agustus 2019.

Gerakan mereka begitu kompak. Sambil membawa kuda-kudaan dari anyaman bambu mereka bergerak lincah laksana prajurit berkuda. Suasana pembukaan makin meriah dengan penampilan Tim Universitas Negeri Yogyakarta dan Bale Seni Condoradono. Jathilan yang bercerita tentang perjuangan Pangeran Mangkubumi berhasil membuat takjub tamu dan wisatawan.

Berikutnya ada Jathilan Bareng Doktor Jathilan dan Bale Seni Condroradono Yogyakarta. Tak berhenti sampai di situ, penampilan khusus kelompok jathilan dari Probolinggo, Temanggung dan Sleman turut menghangatkan susana pembukaan Festival Jathilan Bromo.

Dinginnya kabut di Bromo yang turun bahkan seperti tidak dihiraukan wisatawan yang berdatangan. Makin sore bahkan makin padat. Tepuk riuh para wisatawan pun selalu menyertai setiap penampilan para penari. Bahkan wisman yang turut hadir pun begitu antusias.

Apalagi di akhir acara seluruh penari turun panggung menarikan tari Jathilan masal. Tak lupa mereka pun mengajak seluruh tamu dan undangan untuk ikut menari bersama. Festival ini seakan menjadi sebuah upaya untuk rebranding kawasan Bromo. Selain sebagai destinasi wisata alam juga sebagai destinasi wisata seni budaya.

Di satu sisi  memperbanyak atraksi wisata yang terjadwal dengan pasti di Bromo. Karena dengan Festival Jathilan ini Probolinggo akan memiliki tambahan 12 kali atraksi wisata selama 2019. Di mana setiap bulannya akan ada pertunjukan Jathilan yang dipentaskan di Amphiteater Terbuka Bromo.

Festival Jathilan Bromo akan melengkapi event-event lain. Seperti Upacara Kasada dan Eksotika Bromo, serta Jazz Gunung Bromo yang selama ini sudah digelar di kawasan wisata Bromo. Dengan itu daya tarik wisata di Bromo akan semakin banyak lagi. Apalagi festival ini memakai format kompetisi. Setiap grup yang tampil tentunya akan menampilkan karya terbaiknya.

Foto: Dok. Kemenpar


Review 0