Pasa Harau Festival 2019, Sajikan Tradisi di Lembah Berusia Jutaan Tahun

Redaksi Pesona

12 August 2019

Sumatera Barat tak hanya terkenal dengan rendang, Jam Gadang, atau event internasional Tour de Singkarak saja. Tapi di Sumatera Barat juga diberkati dengan tempat-tempat menarik dari pemandangan yang menakjubkan hingga arsitektur dan budayanya yang menarik. Perpaduan tersebut bisa kita nikmati di Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, yang akan digelar dari tanggal 16-18 Agustus 2019.

Pasa Harau mengambil kata “pasa”, yakni kata Minangkabau yang berarti pasar atau juga dapat berarti keramaian. Jadi, bisa dibilang semua tradisi khas Minangkabau akan disajikan di Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, layaknya sebuah pasar tempat masyarakat mencari kebutuhan sehari-hari mereka. Festival ini akan dipusatkan di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Lembah Harau yang memiliki sawah hijau dikelilingi oleh batu granit besar, tempat air terjun yang menyegarkan berjatuhan untuk mengairi ladang, akan menjadi tempat pegelaran seni budaya tradisional Mingankabau, seperti tari piring, pertunjukan seni Randai, pacu jawi, hingga seni bela diri Silek Lacah. Pasti akan menampilkan pertunjukan yang sangat menarik?

Pertunjukan yang cukup seru dan unik untuk kita tonton Silek Lacah. Sebuah pertunjukan silat yang dilakukan dalam kubangan lumpur. Konon, seni bela diri ini berasal dari Padang Panjang. Para pendekar saling beradu disertai tendangan, bantingan, dan loncatan.

Konon Silek Lacah tidak hanya dimainkan dengan tangan kosong saja, melainkan juga menggunakan senjata tajam seperti pisau atau senjata silek lainnya. Sayang pada penampilan kemarin mereka hanya beradu menggunakan tangan kosong. Cipratan lumpur dan air sawah menjadi efek yang menarik dan membuat kita berdecak kagum.

Bagi yang belum tahu, Lembah Harau merupakan hamparan Lembah Granit berumur 30-40 juta tahun, di sana juga terdapat puluhan air terjun, cagar alam, dan suaka margasatwa seluas 270,5 Hektare. Jika kita datang melalui jalur Kota Padang, kita akan ditemani jalur Kereta Api Kolonial yg mengular hingga pusat pendidikan Kayu Tanam dan Padang Panjang. Jika memilih melalui jalur Kota Pekanbaru, siapkan mata dan perut untuk melewati Kelok Sembilan.


Review 0