Semangat Persatuan dan Pluralisme di Buleleng Festival 2019

Redaksi Pesona

07 August 2019

Semangat persatuan dan pluralisme digaungkan dalam pembukaan Buleleng Festival 2019, pada Selasa 6 Agustus 2019. Pembukaan yang dilakukan di Tugu Singa Ambara Raja, Buleleng, Bali ini mengangkat tema ‘Shining Buleleng’.

Rangkaian pembukaan Buleleng Festival diawali Parade Seni Baleganjur massal. Acara ini diikuti pesertanya sekitar 500 penari perkusi tradisional. Nuansa budaya khas Pulau Dewata semakin kental dengan Tari Pradwala Nilayam. Tarian ini dibawakan Padepokan Seni Dwi Mekar.

Konsep kesatuan bangsa ditampilkan dalam Tari Kolosal Ayuning Bhineka Sakti. Tarian ini bercerita tentang Sumpah Amukti Palapa Gajah Mada. Sebagai Amengkubhumi Panji Majapahit, Gajah Mada bersumpah menyatukan nusantara.

Ide yang ditampilkan menarik. Seluruh elemen di nusantara bersatu. Konsep Sumpah Amukti Palapa di dalam Tari Ayuning Bhineka Sakti terlihat sangat luar biasa. Indonesia harus terus bersatu dan pluralisme menjadi berkah.

Dalam teks Pararaton, Gajah Mada mengangkat Sumpah Palapa pada 1258 Saka (1336 M). Isinya, ‘Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi Tan Ayun Amuktia Palapa’. Dijelaskan Gajah Mada berucap, ‘Lamun Huwus Kalah Nusantara Isun Amukti Palapa, Lamun Kalah Ring Gurun, Ring Seran, Tanjung Pura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana Isun Amukti Palapa’.

Teks Jawa Pertengahan tersebut bisa diterjemahkan, ‘Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasanya’. Puasanya baru dilepaskannya, jika berhasil menundukan seluruh nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Gajah Mada juga akan melepaskan puasanya jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Butuni, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik (Singapura).

Dalam event ini, warna-warni budaya nusantara ditampilkan dalam beragam tarian. Ada Tari Saman (Aceh), Lancang Kuning (Riau), Ondel-Ondel (Betawi), dan Yamko Rambe Yamko (Papua). Opening makin sempurna dengan membludaknya wisman dan wisnus.

Buleleng Festival seakan memberi pembelajaran luar biasa. Persatuan dan keberagaman harus dirawat terus. Sebab, ada banyak manfaat budaya yang bisa diperoleh. Indonesia akan terus menarik sebagai destinasi wisata. Artinya, ada jaminan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui aktivitas pariwista. Selain budaya, alam nusantara itu eksotis.

Buleleng Festival memang mengeksplorasi seluruh potensinya. Total ada 52 group budaya asal kabupaten di Bali Utara. Komposisi seni budaya yang ditampilkan, Bondres dan Genjek, Balet Ramayana, Gong Kebyar, juga Tari Janger Menyali.

Buleleng Festival 2019 makin meriah setelah menyajikan aksi vokal Anji Manji. Konten konser musik dilengkapi dengan N’Cut Band juga Soul band. Nuansa tradisional dibangun penampilan Gong Kebyar Anak, Angklung Kebyar, Tabun Kembang Kirang, dan Tarian Multi Etnis dari Kota Medan.


Foto: Dok. Kemenpar


Review 0