Festival Lembah Baliem 2019 Siap Pecahkan Rekor MURI

Redaksi Pesona

26 July 2019

Festival Lembah Baliem (FLB) 2019 akan terasa semakin istimewa. Karena, berbagai kekayaan budaya Papua bakal mewarnai festival yang akan digelar 7-10 Agustus 2019 ini. Lebih spesial lagi, festival ini akan menyajikan sebuah pemecahan rekor MURI untuk pembuatan noken raksasa setinggi 30 meter.

Bagi yang belum tahu, noken merupakan tas khas masyarakat Papua. Noken bukanlah tas biasa. Bagi masyarakat suku Hubula dan Masyarakat di Wilayah Pegunungan Tengah (Suku Lanny, Suku Yali dan suku Ngalik), noken memiliki nilai adat yang sangat tinggi. Maka sangat wajar jika Noken dijadikan sebagai ikon pada pelaksanaan Festival Lembah Baliem ke-30 ini.

Direncanakan akan ada 2 jenis noken yang akan dipecahkan. Pertama adalah noken Lakulik. Sebuah noken yang berfungsi sebagai pembayaran adat, seperti bayar denda, bayar kepala, bayar mas kawin, bayar duka, ataupun persembahan pada upacara adat bagi yang maha kuasa (Ap tugure).

Kedua, ada noken Apugut. Noken ini berfungsi sebagai pelengkap bagi kaum wanita. Digunakan di kepala kaum wanita saat menghadiri acara pesta adat, tari-tarian, saat melakukan perjalanan atau menggendong anak.

Noken dalam bahasa suku Hubula di sebut Su. Atau, sebuah harta yang digunakan sebagai nilai kehidupan sosial. Di dalamnya terkandung nilai penghormatan dan juga nilai kekuatan.

Noken atau Su juga dijadikan sebagai dasar alat pembayaran, alat pernyataan kehormatan dan alat persembahan bagi para arwah leluhur atau yang maha kuasa. Noken pun berfungsi sebagai alat kehormatan bagi seorang wanita, harta benda adat yang harus dijaga. Selain juga sebagai tempat penyimpanan benda berharga, benda sakral, benda sumber kekuatan dan juga benda kehormatan.

Sekarang pun noken bisa menjadi sebuah kerajinan yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh khas Papua. Dengan diangkatnya kerajinan ini, akan semakin menambah nilai jual noken ke wisatawan. Imbasnya tentu peningkatan perekonomian masyarakat terutama para pengrajin noken.

Setiap tahunnya, Festival Lembah Baliem memang selalu menyita perhatian wisatawan mancanegara dan nusantara. Eksistensinya sudah tidak diragukan lagi, karena telah dilaksanakan selama 30 tahun lamanya. Bahkan ini disebut-sebut sebagai festival tertua di Papua, loh!

Tahun lalu, Festival Lembah Baliem mampu menyedot sekitar 3.000 wisatawan, 1.000 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Ini merupakan bukti betapa menariknya Festival Lembah Baliem. Makanya banyak yang beranggapan jika belum ke Baliem berarti belum sah menginjakkan kaki di Papua.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji, selama 30 tahun perjalanannya pagelaran budaya ini terus berkembang menjadi ikon pariwisata Papua. Perhelatannya selalu kolosal dan megah dan menjadi buruan wajib traveler dunia. Kehadirannya mampu memberikan gambaran eksotisnya alam serta kebesaran budaya Papua.

"Bayangkan atmosfir yang tercipta pada pagelaran Festival Lembah Baliem. Ratusan orang dari berbagai suku di Papua berbondong-bondong datang dengan segala perlengkapan adat yang mereka punya. Ini menjadi sebuah tampilan menarik yang selalu menjadi buruan wisatawan. Belum lagi keindahan alamnya yang jelas tak terbantahkan. Silahkan datang dan nikmati eksotisme Papua," kata Menpar Arief Yahya.


Review 0