Kisah Percintaan Awali Festival Panji Nusantara 2019

Redaksi Pesona

11 July 2019

Kisah cinta Raden Inu Kertapati, disebut pula Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana) menjadi awal dimulainya Festival Panji Nusantara 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ), Kota Malang. Rabu (10/7) malam, cerita penuh filosofi itu, disuguhkan sangat menarik oleh penari-penari dari pelajar SMAN 10 Malang, Kampung Budaya Polowijen dan Sanggar Trisno Budoyo Tasikmadu.

Penampilan sendratari Wayang Panji itu menjadi pembuka rangkaian festival yang diadakan di TKBJ. Ratusan penikmat seni dan masyarakat Malang menikmati kisah Panji, menunjukkan bukti Malang sebagai kota kaya budaya. Dalam seni tari ini, memberikan gambaran tentang tahapan-tahapan penting sejarah kehidupan manusia. Peradaban masyarakat Jawa antara abad  ke-14 hingga ke-15 mulai. Dari tutur bahasa hingga perilakunya.


Ibarat Rembulan dan Matahari
Filosofi cerita Panji sering mengenai ‘mencari dan menemukan’. Seperti kisah tentang rembulan dan matahari yang digambarkan bagaikan sepasang kekasih. Bulan lambang kesetiaan dan ketulusan cinta. Janji bulan untuk tetap setia pada matahari. Berbagai varian cerita mengisahkan upaya pencarian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, halang rintang, termasuk harus melakukan penyamaran. Usaha itu tidak sia-sia. Cerita Panji mengajarkan kesetiaan dan usaha keras untuk menjaganya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Achmad Supriadi menerangkan, kisah Panji memiliki nilai universal luar biasa. Menjadi acuan kepahlawanan, penghargaan kemanusiaan, mengetengahkan etika pergaulan, dan diplomasi pergaulan. Sebab itu, lanjut dia, sendratari Wayang Panji menjadi pembuka dalam rangkaian Festival Panji Nusantara di Kota Malang ini.

“Festival Panji Nusantara sudah diadakan ketiga kalinya. Pertama secara lokal dengan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017. Di tahun 2018, Festival Panji Internasional, kemudian tahun ini, Panji Nusantara. Dengan tamu pendukung dari sejumlah provinsi di Indonesia seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Kota Malang menjadi tuang rumahnya,” papar Achmad panjang lebar. 

Festival Panji Nusantara 2019 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Indonesiana, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri. “Festival ini dikemas dengan cara milenial. Ada kolaborasi antara Tari Topeng Malang dan Beskalan yang menyasar anak-anak muda,” tutupnya.

Kegiatan utama festival di Malang dimulai Kamis (11/7) ini. Mulai dongeng Cerita Panji yang dibawakan Kampung Dongeng Malang Raya, lomba mewarna Cerita Panji tingkat Taman Kanak-Kanak, pagelaran Komunitas Bantengan dan Jaranan Kota Malang. Dilanjutkan dengan Festival Panji Nusantara 2019. Dimeriahkan Parade Tari Budaya Panji  dari Yogjakarta dan pertunjukan Sanggar Jaka Baru dari Jawa Barat.

Kemudian, Jumat (12/7) mulai pukul 08.00 sampai 12.00 ada perform dongeng Cerita Panji dan Lomba Mewarna Wayang Panji tingkat SD. Kemudian dilanjutkan Pagelaran Komunitas Reog Kota Malang. Malamnya, dapat menikmati rangkaian festival seperti Tari Selamat Datang dari Kota Malang, pertunjukan Sanggar Miroto Yogjakarta, pertunjukan Sanggar Ida Elbahra Sulawesi Selatan, pertunjukan Sanggar Paripurna dari Bali, hingga pertunjukan Sanggar Sapujagad asal Kota Blitar.


Foto : Guest Gesang


Review 0