Festival Sandalwood 2019, Sajian Kolosal Kuda Sumba

Redaksi Pesona

02 July 2019

Sudah siap menyaksikan salah satu harmonisnya keindahan budaya di Nusa Tenggara Timur? Jika sudah, datang saja ke Pulau Sumba 10-15 Juli nanti. Karena, ada dua event keren sekaligus, yaitu Festival Kuda Sandalwood dan Expo Tenun Ikat Sumba.

Festival Kuda Sandalwood termasuk dalam Calendar of Event Kementerian Pariwisata 2019. Diawali dengan Parade Kuda Sandel akan dilaksanakan pada hari Jumat 12 Juli 2019, mulai dari pukul 09.00 WITA. Lokasinya di Padang Savannah Purrukambera, Hamaparingu, Kanantang, Sumba Timur. Parade akan dilakukan dengan jalur sepanjang 6 Km. lokasi finisnya berada di Pantai Purrukambera.

Bisa dibilang Festival Sandalwood menjadi representasi keindahan alam dan budaya Sumba. Kita bisa menikmati eksotisnya alam dan budaya di Sumba secara utuh melalui event ini. Apalagi, parade ini akan disajikan secara kolosal, namun tetap mencerminkan budaya masyarakat Sumba.

Parade Kuda Sandel akan diikuti 5 dari 22 kecamatan di Sumba Timur. Sebut saja, Kecamatan Waingapu, Kambera, Haharu, Kanatang, dan Pandawai. Disajikan menarik, sedikitnya ada 7 tema yang disiapkan dalam Parade Kuda Sandel tersebut. Semuanya mencerminkan budaya dan tradisi yang hidup hingga sekarang di Sumba.

Parade Kuda Sandel adalah gambaran prosesi pemakaman raja atau bangsawan. Ada juga formasi pengawalan raja di medan pertempuran. Gambaran Kuda Beban yang memikul hasil pertanian juga akan ditampilkan, selain prosesi berburu atau menjerat kuda liar dengan laso. Warna adat ditampilkan dari prosesi pernikahan. Simbol kekuatan dari Kuda Tunggang hingga Kuda Menari.

Ada nilai lebih dari event ini. Karena, Pulau Sumba dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia oleh Majalah Focus asal Jerman. Pada artikelnya, majalah Focus memberi judul ‘Sumba Kein Tanz, aber ein Traum’. Artinya itu ‘Sumba, Bukan Nama Sebuah Tarian, tapi Sebuah Mimpi’. Sumba juga masuk Tiga Besar Destinasi Paling Dicari Publik melalui Google Search. Periodenya Januari 2017 hingga Juli 2018.

“Keindahan Sumba sudah mendunia. Jadi, Festival Sandalwood jangan sampai terlewatkan. Mulai atur perjalanan menuju ke Sumba Timur. Apalagi, eventnya sudah dekat. Kami tunggu semuanya di Sumba Timur. Mari berbagi inspirasi dan keindahan melalui Festival Sandalwood 2019,” terang Gidion, Bupati Sumba Timur.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, Sumba adalah destinasi wisata luar biasa. Sumba akan semakin eksotis dengan Festival Sandalwood. Event ini menjadi representasi keindahan budaya masyarakat Sumba. Ada tenun, lalu warga di sana juga lekat dengan Kuda Sandel.

Selain Parade Kuda Sandel, Pulau Sumba juga dimeriahkan Parade Tenun Ikat Sumba. Kegiatan ini akan digelar pada Kamis 11 Juli 2019. Lokasi parade berada di Lapangan Pahlawan, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Selang berikutnya, Pameran tenun Ikat Sumba Timur dan parade seni budaya digelar masif dari 12-15 Juli 2019.

“Wisatawan akan mendapatkan banyak experience saat berada di Festival Sandalwood 2019. Ada banyak hal yang didapat dan tentu menjadi pengetahuan baru. Silahkan berkunjung ke Festival Sandalwood ini. Sebab, aksesibilitas menuju ke sana mudah,” papar Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Bagi yang ingin ke Pulau Sumba, jalur udara adalah pilihan terbaik. Sobat Pesona bisa mengaksesnya melalui  Bandara Waingapu di Sumba Timur. Alternatif lain adalah Bandara Tambaloka di Sumba Barat. Bila ingin puas mengeksplorasi Sumba, kita bisa menyewa motor atau mobil. Banderol rental motor sekitar Rp100 ribu sehari, lalu mobil dihargai Rp800 ribu per hari.

“Festival Sandalwood merupakan event yang dinanti dari Sumba. Sebab, konten yang ditawarkan selalu menarik dan unik. Sumba memang paket terbaik untuk berlibur. Alam dan budayanya eksotis. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya sangat bagus. Dijamin wisatawan akan nyaman di sana,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Foto: Dok. Kemenpar


Review 0