3 Atraksi Memikat Halmahera di Festival Teluk Jailolo

Redaksi Pesona

01 July 2019

Jailolo Kitchen
Jailolo Kitchen, salah satu rangkaian acara dari Festival TelukJailolo 2019, salah satu bagian paling menarik perhatian pengunjung. Dibuat di tengah kebun rempah, dikelilingi pepohonan cengkih serta pala, di Jailolo Kitchen disajikan aneka kuliner lokal secara gratis untuk para tamu, membuat suasana semakin menyenangkan.

Selain diiringi musik-musik lokal, para tamu juga bisa melihat langsung proses ‘cude cengkeh’. Cude dalam bahasa lokal bisa berarti petik; cara memisahkan buah cengkih dari tangkainya. Jailolo Kitchen sendiri digelar jauh dari pusat kota Jailolo. Tepatnya di Desa Idamdehe Gamsungi. Waktu tempuh ke lokasi ini sekitar 20 menit.

Menariknya, acara Jailolo Kithen tidak jauh dari destinasi baru di Jailolo, yakni Pulau Gorngofa. Sebuah pulau kecil yang berada tepat di tepi tebing Desa Idamdehe Gamsungi. Pada akhir pekan, daerah ini kerap dikunjungi wisatawan.


‘Makurebe Oti’
Perahu-perahu kecil bersikejar, berebut mendapatkan posisi pertama. Tangan-tangan para peserta Lomba Dayung itu terlihat lincah merengkuh dayung. Lomba Dayung atau dalam bahasa lokal dikenal dengan ‘Makurebe Oti’itu, memang merupakan salah saturangkaian kegiatan dalam Festival Teluk Jailolo 2019.

Keseruan lomba tersebut terlihat di Teluk Jailolo, diikuti sekitar 11 tim. Tiap tim terdiri dari 2 pendayung. Para pendayung ini rata-rata berprofesi sebagai nelayan. Tangan-tangan kekar mereka tampak kuat mengayuh perahu hingga ke tengah Teluk Jailolo.

Kendati terdapat 3 tim yang keluar sebagai pemenang, pihak penyelenggara juga memberikan hadiah kepada semua peserta yang terlibat walau nominal hadiahnya tentu berbeda dengan pemenang.

Hal menarik dari lomba ini, yaitu menggunakan perahu tradisional .Perahu cadik atau warga di sini menyebutnya perahu sema-sema. Perahu ini dipasang bambu atau kayu di sisi kiri-kanan membentuk serupa sayap, agar sebagai pengatur keseimbangan.

Ada juga yang menggunakan perahu tanpa cadik yang dikenal di sini dengan perahu lepa-lepa. Umumnya, kedua jenis perahu ini memang juga terdapat di daerah lain di wilayah timur Indonesia.


Pranata Adat dan Perdamaian
Suasana harmoni terasa pada Kamis 27 Juni 2019 di bukit Tagalaya, Desa Soakonora, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat. Daerah ini sendiri merupakan lokasi Kedaton Kesultanan Jailolo. Sebuah kesultanan, yang sejak berabad-abad terkenal dengan riwayat rempah-rempah bersamaan dengan kesultanan lainnya di Maluku Utara.

Sejumlah tokoh adat, agama, hingga pejabat serta anak-anak kecil mengenakan atribut adat dari beragam suku yang ada di Halmahera Barat. Kirab budaya, yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Teluk Jailolo 2019 itu, mengusung tema Pranata Adat dan Perdamaian. Ratusan orang dari beragam adat dan budaya itu berjalan kaki dari Kedaton Kesultanan menuju lokasi event festival.

Bertempat di lokasi kegiatan, dilanjutkan dengan seremoni tarian dan ritual sejumlah suku asli Halmahera Barat. Harum toleransi tercium dari bumi Jailolo.Semua larut dalam kebahagiaan yang sama. Kirab Budaya ini juga menjadi bagian dari pembukaan Festival Budaya yang akan digelar oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


Foto : Rajif Duchlun


Review 0