Festival Crossborder Skouw Guncang Daerah Perbatasan Papua

Redaksi Pesona

21 June 2019

Festival Crossborder Skouw kembali memanaskan perbatasan Papua. Persisnya di Helipad PLBN Skouw, Jayapura. Selama tiga hari, festival yang digelar digelar 20-22 Juni 2019 itu membuat tapal batas berdetak kencang.

Apalagi perhelatan tersebut Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memboyong band ska kenamaan ibu kota, Monkey Boots sebagai bintang acara. Selain itu juga ada Gorby The Comen Rasta, band asal Papua Nugini Mixmate, dan The Comen Girl’s.

Menurut Wakil walikota Jayapura Rustam Saru, event ini semakin membangkitkan pariwisata di perbatasan Papua. Karena jelas, wilayah perbatasan sangat berpotensi untuk terus maju.

"Kita harus bangga dengan perbatasan yang kita miliki. Apalagi potensi pariwisata jelas sudah tak perlu diragukan. Potensi wilayah perbatasan akan semakin terekspos dengan berbagai atraksi wisata yang rutin digelar oleh Kemenpar," ujar Rustan.

Festival Crossborder Skouw juga menjadi bukti bahwa pemerintah pusat sangat perduli dengan perbatasan. Untuk itu pemerintah kota sangat menyambut baik diadakannya event ini. Karena saat ini pun wilayah perbatasan ini sudah dianggap sebagai destinasi wisata di Jayapura. Ini menjadi bagian potensi pariwisata yang sangat kita banggakan.

Hal ini dinamakan membangun negara dari pinggir. Kemenpar mampu mengimplementasikannya dengan baik. Event crossborder juga bisa meningkatkan ekonomi bangsa. Rencana ke depan di daerah perbatasan juga akan dibangun rest area, sehingga nantinya ada kuliner-kuliner yang bisa dinikmati oleh wisatawan perbatasan negara.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, Festival Crossborder memang diset mengangkat potensi di daerah perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan perekonomian masyarakat.

"Karena tak dapat dipungkiri jika wilayah perbatasan memiliki potensi yang melimpah. Ingat, perbatasan adalah beranda negara. Pariwisata kita dorong untuk melakukan penguatan itu," ucap Rizki.

Acungan dua jempol langsung diberikan Menpar Arief Yahya. Dia yakin bahwa setiap potensi pergerakan orang dalam jumlah masif akan menggerakkan ekonomi. Baginya, pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis. Setiap pergerakan orang akan menciptakan pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa.

Dan itu sangat realistis dibangun di tapal batas negara. Karena kedekatan teritorial, budaya dan kekerabatan menjadi modal kuat dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Ini menjadi salah satu Nawacita Presiden Joko Widodo. Apalagi pariwisata juga telah ditetapkan sebagai core ekonomi bangsa oleh presiden.

"Kemenpar telah menetapkan bahwa border area menjadi prioritas dalam pembangunan pariwisata. Karena lintas border mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan dan pembangunan baik di bidang ekonomi, sosial, serta budaya. Maka itu presiden pun sedari awal bergerak membangun infrastuktur secara masif di perbatasan. Karena perlu disadari wilayah perbatasan adalah beranda negara," kata Menpar Arief Yahya.


Foto: Dok.Kemenpar


Review 0