Festival Crossborder Skouw 2019 Hadirkan Persahabatan Dua Negara

Redaksi Pesona

08 May 2019

Festival Crossborder akan kembali digelar. Kali ini giliran daerah perbatasan antara Papua dan negara tetangga Papua Nugini yang menjadi tuan rumahnya, yaitu PLBN Skouw. Festival Crossborder Skouw 2019 akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2019, di PLBN Skouw, Jayapura, Papua.

Beragam acara pun disiapkan untuk memeriahkan Festival Crossborder Skouw 2019. Selain ada band-band bintang tamu yang akan tampil menghibur wisatawan corssborder, ada juga Festival Paduan Suara dengan peserta yang juga dari lintas bangsa.

Rencananya, Festival Paduan Suara akan diikuti 11 peserta. Komposisinya, 6 peserta dari Skouw, dan 5 grup lainnya berasal dari Vanimo, Papua Nugini. Paduan suara berasal dari gereja-gereja yang berada di 2 wilayah tersebut. Hal ini akan membawa nuansa hangat persahabatan antara dua negara yang semakin kental di Festival Crossborder Skouw.

Nah, band-band yang akan menghibur di Festival Crossborder Skouw juga sangat menarik. Karena menampilkan musisi dari dua negara bertetangga tersebut. Ada Vanimo Natives asal Papua Nugini, Dave Solution dari Papua, dan Ras Muhammad yang akan menutup puncak Festival Crossborder Skouw 2019.

Untuk menambah pengalaman yang berbeda para pengunjungnya, juga akan ditampilkan budaya lokal yang sangat menarik, seperti tari tradisional khas Papua, bazaar kerajinan tangan khas, dan kuliner.

Menariknya lagi, Festival Crossborder Skouw 2019 juga terinspirasi dari Kampung Mosso. Sebuah kampung  yang dihuni oleh masyarakat Papua dan Papua Nugini yang hidup berdampingan dalam damai. Inspirasi kebersamaan ini yang akan digelorakan dalam festival ini.

Masyarakat Papua dan Papua Nugini memang memiliki kedekatan histori dan budaya. Ikatan kuat kekeluargaan melekat di antara kedua rumpun bangsa dari dahulu hingga sekarang. Anonim pun muncul, ‘ekor dan kepala belum putus’ di sana. Artinya, ikatan ini masih terjalin meski mereka dipisahkan hukum dan teritorial sebuah negara.

Di Kampung Mosso pun terdapat 3 bahasa, yaitu bahasa lokal Mosso, Bahasa Indonesia, dan Bahasa PNG, atau Bahasa Inggris Pidgin atau Tok Pisin. Dalam keseharian, anak-anak maupun dewasa sama-sama fasih menggunakan ketiga bahasa tersebut, loh!

Jaraknya Kampung Mosso hanya sekitar 35 Km dari pusat Kota Jayapura. Jarak tempuhnya sekitar 1,5-2 Jam. Jalannya munuju ke sana pun sudah mulus, lebar, dan dilengkapi rambu lalu lintas yang lengkap. Kampung ini juga berjarak 7 Km dari pusat Distrik Muara Tami.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan ialah oleh-oleh khas Jayapura, yaitu gerabah. Festival Crossborder Skouw 2019 diharapkan juga akan menjadi ajang mengangkatkan sentra kerajinan gerabah di Jayapura. Salah satu desa yang terkenal dengan hasil kerajinan tangannya tersebut ialah Desa Abar. Lokasi Desa Abar pun tidak terlalu jauh dari PLBN Skouw.


Review 0