Seba Baduy, Ungkapan Syukur dan Aspirasi Masyrakat Baduy

Redaksi Pesona

05 May 2019

Jam baru menunjukkan pukul 5 pagi, ketika beberapa warga yang  berpakaian putih-putih  mulai bergerak dari omah Jaro Saija. Rumah Kepala Desa Kanekes ,tempat mereka bermalam setelah menempuh perjalanan dari kampung mereka  sehari sebelumnya.. Ya mereka adalah masyarakat Baduy Dalam yang menghuni  3 kampung di pedalaman Lebak, yaitu Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik. Tanpa alas kaki mereka melangkah, menyusuri pagi yang dingin menuju Pendopo Kabupaten Lebak, Rangkasbitung yang berjarak sekitar 40 km.

Mereka sedang menjalani ritual Seba, tradisi turun temurun Suku Baduy yang sudah berlangsung sejak Kesultanan Banten, ratusan tahun silam. Mereka membawa hasil bumi kepada Bapak ataupun Ibu Gede, kepala pemerintah yang ada. Sementara masyarakat Baduy Pendamping, atau umum disebut Baduy Luar, menggunakan kendaraan yang disiapkan oleh Pemkab Lebak. 

Lewat tengah hari rombongan besar sudah berkumpul di jembatan keong, yang berjarak sekitar 1 km dari Alun-Alun Rangkasbitung. Tidak kurang dari 1000 masyarakat Baduy berkumpul, dan semuanya kaum lelaki.  Kemudian mereka bergerak bersama-sama menuju Pendopo Pemkab Lebak, dan disambut oleh Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi. Tentu saja ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga sekitar yang menyaksikan.

Puncak acara Seba, ketika mereka diterima oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya ketika malam. Tidak hanya menyerahkan hasil bumi dan bersilaturahmi kepada pemerintah. Gelaran ini juga merupakan sebuah forum bagi masyarakat Baduy untuk menyampaikan bagaimana kondisi masyarakat, termasuk pesan maupun masukan kepada pemerintah.

Diwakili Ayah Saidi Putra , yang menjabat Jaro Tanggungan 12, masyarakat Baduy menyampaikan rasa hormat  serta kepatuhan kepada pemerintah. Dan juga menyampaikan pesan kepada Bupati Lebak agar bersama-sama, melibatkan  semua pihak menjaga kelestarian hutan, lingkungan dan juga alam. Karena mereka percaya bahwa semua itu adalah titipan Yang Maha Kuasa untuk dijaga dan dilestarikan.

Pada kesempatan ini Bupati Lebak mengucapkan terimaksih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarkat Baduy yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi nenek moyang secara turun temurun.

Esok harinya rombongan besar ini kembali bergerak ke Serang menemui Gubernur Banten, Wahidin Halid. Selain menyampaikan pesan yang sama, Saidi meminta kepada Pemprov Banten agar dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) tentang masyarakat dan desa adat. Dan ini direspon cepat. "Perda desa adat provinsi boleh bikin, tidak perlu menunggu dari pusat. Baduy ditetapkan desa adat dan harus kita pertahankan jangan sampai punah," ujar Wahidin Halid.


Foto : Kodjang


Review 0