Di Kompas TV, Menpar Pertegas Target Pariwisata Tahun 2019

Redaksi Pesona

29 April 2019

Zona Inspirasi Kompas TV, Acara yang dipandu Permata Sari Harahap itu, mengangkat tema Sektor Pariwisata Unggulan Indonesia, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi bintang tamunya. Dalam kesempatan itupun Menpar menegaskan target pariwisata adalah menjadi penyumbang devisa nomor 1 di Indonesia tahun 2019.

Menteri Arief Yahya tampil sangat santai dalam acara itu. Dengan balutan baju Wonderful Indonesia berwarna putih, menteri asal Banyuwangi ini menjawab setiap pertanyaan demgan sangat lugas. Bahkan beberapa kali ia melontarkan canda yang disambut tawa penonton.

Sebagai pertanyaan pembuka, pembawa acara bertanya mengenai pengaruh dari banyaknya event besar di 2018 lalu terhadap pariwisata. Event yang dimaksud antara lain Asian Games dan Asian Para Games. Menurut Menpar, dampak buat pariwisata sangat besar.

“Tahun 2018, ada tiga besar yang digelar Indonesia. Ada Asian Games, Asian Para Games, dan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali. Dampaknya sangat positif, karena pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi sangat cepat,” ucap Menpar Arief.

Diakuinya, Bali masih menjadi primadona wisatawan mancanegara. Pulau Dewata berkontribusi hingga 40 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Sedangkan Jakarta dan sekitarnya menyumbang 30 persen, dan Kepulauan Riau 20 persen.

“Kalau ditotal baru 90 persen. Lantas bagaimana dengan 10 persen sisanya? Kita menyiasatinya dengan membangun destinasi-destinasi baru,” kata Menpar. Ditambahkannya, destinasi-destinasi akan membantu target tinggi sektor pariwisata tahun 2019, yaitu menjadi penyumbang devisa nomor 1 di Indonesia.

“Tahun 2019, target kita menjadi nomor satu terkait devisa. Untuk urusan ini kita saling mengalahkan. Peringkatnya, di tahun 2017 sawit jadi yang tertinggi, diikuti migas, baru pariwisata. Tahun 2018, kita nomor 2 mengalahkan migas. Target 2019 adalah nomor 1,” ucap Menpar Arief.

Untuk mewujudkan target itu, pariwisata harus mendapatkan pemasukan sekitar US$17,6. Menurut Menpar, itu angka yang hampir pasti membuat pariwisata terdepan untuk urusan devisa.

Dijelaskannya, pariwiaata adalah industri paling mudah dan murah untuk mendapatkan devisa. Karena sudah ada budaya dan alamnya. Dengan kata lain, modalnya sudah tersedia.

“Kalau ditanya alasan wisatawan mancanegara datang ke Indonesia, jawabannya ada tiga. Pertama 60 persen wisatawan datang karena budaya, 30 persen karena alam, dan sisanya manmade. Kita punya modal, karena culture dan nature Indonesia selalu berada di Top 20,” ulasnya.

Menteri asal Banyuwangi ini juga memaparkan 3 strategi utama yang sudah disiapkan sepanjang tahun 2019. Strategi itu melingkupi Pemasaran, Destinasi, dan SDM.

Untuk pemasaran, penekanan ada pada border tourism, pengembangan low cost carrier terminal di bandara. Sementara program destinasi adalah menciptakan 10 Bali Baru. Dan untuk SDM, mencetak tenaga berkualitas dan tersertifikasi.

Lantas, apakah tantangan yang akan dihadapi pariwisata. Dengan sangat lugas Arief Yahya menyebut mahalnya harga tiket pesawat.

“Itu tantangan yang sedang kita hadapi. Harga tiket bukannya tidak boleh naik, tetap boleh. Yang tidak boleh adalah kenaikan secara mendadak dan besar. Karena kalau harga naik demand pasti turun. Semakin tinggi naiknya, semakin turun demandnya. Dan ini akan mempengaruhi ekosistem industri. Saya imbau industri airlines menaikkan harga tiket secara bertahap saja,” kata Menpar Arief memberikan masukan.

FOTO: VALENTINUS (LEAD), DOK. KEMENPAR


Review 0