Tari Likurai Jadi Pembuka Konser Musik Perbatasan Atambua 2019

Redaksi Pesona

02 March 2019

Kementerian Pariwisata akan kembali menggelar Festival Crossborder di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Konser Musik Perbatasan Atambua 2019 akan berlangsung di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Lapangan Simpang 5 pada tanggal 8-9 Maret 2019.

Konser Musik Perbatasan Atambua ini dijamin makin meriah, karena akan menampilkan grup band D’MASIV, dan penyanyi dangdut asal Timor Leste, Gerson Olivera. Selain itu juga akan ada bazzar makanan, fashion, dan pertujukan seni khas NTT. Festival ini semakin seru, karena kita juga bisa terlibat langsung dalam festival crossborder di Atambua ini, yaitu dengan cara ikutan Band Competition berhadiah puluhan juta Rupiah, loh!

Salah satu pertunjukan seni yang akan ditampilkan di Konser Musik Perbatasan Atambua adalah tarian khas Belu, yaitu Tari Likurai. Tradisi tari ini awalanya berawal dari tarian perang, namun kini biasa dilakukan untuk menyambut para tamu-tamu penting. Selain itu Tari Likurai juga berfungsi sebagai ucapan syukur dan kegembiraan masyarakat akan tamu yang datang.

Uniknya lagi, penarinya adalah wanita dan pria. Sang pria biasanya membawa pedang dan wanita memainkan gendang kecil. Mereka pun menari dengan kostum khas daerah Nusa Tenggara Timur. Selain itu kita juga akan dihibur dengan alunan musik khas dari alat musik Sasando.

Sasando merupakan alat musik tradisional NTT dengan dawai. Secara harfiah, Sasando artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Bentuk Sasando pun sangat khas, yakni dengan bagian utama berupa tabung panjang dari bambu. Di bagian tengahnya ada fret melingkar, sementara dawai-dawainya direntangkan dari atas ke bawah. Adapun untuk pembungkus menggunakan anyaman dari daun lontar.

Dengan adanya Konser Musik Perbatasan Atambua 2019 ini diharapkan bisa menarik wisatawan dari Timor Leste, khususnya pasar Timor Leste lewat pos-pos pintu perbatasan, yang berada di NTT, yaitu PLBN Mota’ain di Belu, PLBN Motamasin Malaka, dan PLBN Wini di Timor Tengah Utara.


Review 0