15 Festival Musik Tahunan Terbaik di Indonesia (Part 2)

Redaksi Pesona

17 January 2019

Jika di luar negeri biasanya festival musik diadakan untuk merayakan datangnya musim panas, di mana semua orang bisa bersuka ria di alam raya terbuka, maka di Indonesia yang memiliki musim panas hampir sepanjang tahun. Festival musik bisa berlangsung kapan saja tanpa tergantung iklim dan cuaca.

Mulai dari festival musik yang menampilkan beragam genre musik, para penampil internasional maupun lokal, diadakan di dalam ruangan, luar ruangan, di pegunungan, dalam hutan, taman, pinggir pantai hingga areal kampus, semuanya ada di Indonesia. Festival kini telah berubah menjadi sebuah pengalaman berdarmawisata musik yang rutin dan pantang untuk dilewatkan.  

Berikut 15 festival musik tahunan terbaik yang ada di berbagai lokasi di Indonesia. Sempatkan diri Sobat Pesona untuk berkunjung ke salah satu atau salah dua, jika tidak bisa semuanya. Kegembiraan terjamin! 

15 FESTIVAL MUSIK TERBAIK DI INDONESIA PART1

Folk Music Festival

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa “Folk Music Festival adalah festival alternatif tahunan untuk para penggemar kebudayaan (kesenian, musik, literasi) di Indonesia.” Pastinya sejak diadakan pertama kali pada tahun 2014 di Surabaya, kini festival musik tersebut lebih sering digelar di kawasan wisata Batu, Malang. Venue Kusuma Agrowisata sendiri merupakan resor dan hotel seluas 70 hektar di atas ketinggian 1000 meter dari permukaan laut sehingga membuat pengalaman menyaksikan musik (atau diskusi) pun semakin santai dan menyejukkan.  Silampukau, Mocca, Efek Rumah Kaca, Float, Tigapagi, Fourtwnty, Stars and Rabbit, Payung Teduh, hingga Iksan Skuter sudah pernah bermain di festival ini sebelumnya.

Kapan: Antara Juli atau Agustus setiap tahunnya.

Lokasi: Kusuma Agrowisata, Batu, Malang

Genre: Folk, pop, indie pop

We the Fest

Jangan heran jika para penonton yang datang ke festival ini kebanyakan anak-anak muda belia, kisaran masih duduk di bangku SMP maupun SMA. Mereka tentu datang tak hanya ingin menikmati konser, melainkan juga tampil bergaya maksimal, seen or to be seen. Dekorasi festival yang semarak dan instagramable menjadi salah satu alasan sangat digemarinya festival ini oleh kalangan hipster. Ellie Goulding, Macklemore & Ryan Lewis, The 1975, Mark Ronson, The Kooks, Lorde, James Bay dan SZA adalah beberapa nama artis internasional ternama yang pernah tampil di We the Fest.    

Kapan: Antara Juli atau Agustus setiap tahunnya.

Lokasi: JIEXPO Kemayoran, Kawasan GBK Senayan, Jakarta.

Genre: Eklektik, pop, K-pop, indie pop, soul, elektronik, hip-hop

Jazz Gunung

Menikmati indahnya semilir jazz dan merdunya kawasan pegunungan telah menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa autentik dari para penonton Jazz Gunung selama sepuluh tahun terakhir. Perpaduan antara menyaksikan musisi-musisi kampiun beraksi sembari menikmati dahsyatnya pemandangan alam pegununungan Bromo jelas sangat sulit untuk dicari tandingannya dengan festival musik di berbagai belahan dunia lain. Pergelaran jazz internasional bernuansa etnik yang diadakan di atas ketinggian 2000 meter dari permukaan laut ini pernah menampilkan Indra Lesmana Keytar Trio, Glenn Fredly, Dewa Budjana Zentuary, Idang Rasjidi dan Soimah, Tulus, Ligro Trio, dan sebagainya.

Kapan: Antara Juli hingga Agustus setiap tahunnya. Berikutnya 26-27 Juli 2019

Lokasi: Amphiteater Bromo, Jiwa Jawa Resort Bromo, Jawa Timur

Genre: Jazz, soul, pop

Soundrenaline

Termasuk salah satu pionir festival musik tahunan terbesar di Indonesia yang telah diadakan sejak tahun 2002 dan hanya sempat satu kali absen. Setelah sempat menjadi travelling festival di berbagai kota di Indonesia, akhirnya Soundrenaline sejak 2015 lebih sering diadakan di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali. Ada tiga panggung outdoor dan satu panggung amphiteater yang menampilkan aksi puluhan artis internasional dan dalam negeri. Limp Bizkit, INXS, Wolfmother, Simple Plan, Bloc Party, The Temper Trap, International [Noise] Conspiracy adalah nama-nama internasional yang pernah tampil di Soundrenaline. Sementara dari dalam negeri band-band sekaliber Iwan Fals, Noah, Slank, Dewa 19, Gigi, Jamrud, Padi, Sheila On 7, Naif, Seringai, Burgerkill, Deadsquad juga pernah tampil di festival ini.

Kapan: Setiap minggu pertama atau kedua September tiap tahunnya

Lokasi: Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali

Genre: Pop, folk, rock, metal

Synchronize Fest

Festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audience untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari dan tiga malam. Setiap tahunnya ada suguhan ratusan pertunjukan musik terkurasi dari artis-artis terfavorit dan terbaik tanah air yang datang dari dekade ’70-an, ’80-an, ’90-an hingga 2000-an. Selain pergelaran musik, festival ini juga menampilkan aktivitas lainnya; pemutaran film, stan penjualan rekaman musik serta aneka jajanan memorabilia musik lainnya. Presiden Jokowi pun sempat datang ke festival ini tahun lalu. Penampilan Rhoma Irama dan Soneta serta konser reuni Dewa 19 bersama dua orang mantan vokalisnya adalah dua highlights dari Synchronize Festival.  

Kapan: Setiap Oktober tiap tahunnya

Lokasi: Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta

Genre: Indie rock, pop, metal, hardcore, ska, dangdut, reggae, soul, hip-hop

Jazz Goes To Campus

JGTC merupakan festival musik jazz tertua di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1978 di areal kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Musisi jazz Candra Darusman adalah penggagas acara ini ketika ia masih berkuliah di kampus UI Salemba. Tradisi tersebut akhirnya dilanjutkan hingga saat ini, tentunya dengan lokasi yang telah berpindah ke Depok. Para musisi jazz dunia juga pernah tampil di sini, di antaranya adalah Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Claire Martin Quintet, hingga Coco York.

Kapan: Setiap akhir November tiap tahunnya

Lokasi: Kampus Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok

Genre: Jazz, pop, soul

Rock in Celebes

Merupakan festival musik rock yang menjadi pionir di Indonesia Timur dan menjadi yang paling konsisten karena telah berlangsung selama hampir satu dekade. Festival ini sangat direkomendasikan untuk menemukan aksi band-band pendatang baru asal Sulawesi yang potensial menjadi band bertaraf nasional. Sejak 2010 hingga sekarang, Rock in Celebes sempat menampilkan band-band internasional seperti Dashboard Confessional, Marduk, Secondhand Serenade, Suffocation, hingga Psycroptic.    

Kapan: Setiap Oktober atau November tiap tahunnya

Lokasi: Celebes Convention Center, Transmart Studio, Makassar

Genre: Rock, metal, hardcore, punk rock, ska, reggaer, folk

Djakarta Warehouse Project

DWP saat ini terbukti berhasil menjadi salah satu dance music festival yang terbesar, tak hanya di Indonesia atau Asia Tenggara, melainkan pula di Asia. Hampir seratusan ribu penonton dari berbagai penjuru dunia datang ke festival yang digelar selama tiga hari tiga malam ini. Nama-nama besar dunia dari kancah EDM sudah sering naik turun di panggung DWP, mereka di antaranya adalah Avicii, Calvin Harris, Paul van Dyk, David Guetta, Alesso, Skrillex, DJ Snake, Armin van Buuren, Marshmello hingga The Weeknd. Memasuki tahun kesembilan penyelenggaraannya, DWP kini mulai diadakan untuk pertama kalinya di GWK, Bali.                               

Kapan: Setiap minggu pertama atau kedua Desember tiap tahunnya

Lokasi: JIEXPO Kemayoran, GWK, Bali

Genre: EDM, hip-hop

 


Review 0