Pentagon Unik di Solo yang Jadi Tempat Konser

Redaksi Pesona

12 December 2018

Awalnya ruko-ruko yang dibangun berseberangan dengan Pasar Legi ini sempat mangkrak selama lebih kurang 8 tahun, nyaris gagal secara komersial saat dipasarkan. Di saat itulah Tatuk Bersama timnya menawarkan ide untuk mengambil alih tempat ini untuk dirancang sesuai visi konsep kreatifnya.

Salah satu kelebihan Muara Market adalah sering dipakai sebagai venue, mulai dari acara musik, pemutaran film, diskusi, talkshow sampai pameran. Kadang dalam sebulan bisa tiap minggu ada acara. Kalau kebetulan datang pada saat ada acara. Itu bisa jadi salah satu daya tarik.

Nama-nama tenar seperti Kelompok Penerbang Roket, Scaller, Leanna Rachel, DPMB, Navicula, AK-47, FSTVLST, Jason Ranti, Black Boots, Flukeminimix, Serigala Malam, Bonita & The Hus Band, hingga Christabel Annora adalah yang tercatat pernah tampil di Muara Market. Sementara para musisi yang kedapatan hang out (kadang sampai pagi) di sini setelah manggung antara lain beberapa anggota Superman is Dead, Silampukau, FSTVLST sampai Souljah.

Tapi saat tidak ada acara, yang bisa dinikmati di Muara itu suasananya yang santai dan laid back. Pengunjung bisa datang hanya buat makan, minum atau cuma sekedar nongkrong saja, gitaran sampai pagi disambi minum-minum. Kelebihan lainnya adalah karena Muara ini berbasis komunitas jadinya banyak pentolan skena Solo yang nongkrong di sini.

Tercatat ada 16 tenant yang membuka usaha di Muara Market. Bidang usaha mayoritasnya adalah F&B. Makanan dan minuman seperti Solo Rempah, Kedai Sutarman, RH Corner, Simple Eat, Lambada Burrito  plus 1 tenant beerhouse. Untuk tenant non F&B, ada kacamata kayu (Eastwood), helm custom (Trooper Helmet), workshop (Bench Lab) dan Una Vespa (clothing Vespa).

Selain itu, uniknya lagi, di Muara Market ini juga ada tenant Board Game & Library yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Koleksi board game-nya sudah mencapai ratusan sehingga sangat mengasyikkan untuk menghabiskan waktu berlama-lama di sini.

Sementara itu obrolan ngalor ngidul tentang kilas balik skena kreatif di Solo, Yogya dan Jakarta telah usai, kelas pun bubar. Hari kian bertambah sore di Muara Market, musik mulai bergema dari pengeras suara di atas panggung. Kerumunan anak-anak muda yang berkunjung ke sini pun semakin banyak, termasuk puluhan orang yang baru bergabung dari sebuah komunitas motor di Solo. Semuanya tampak rileks menikmati suasana petang Hari Sumpah Pemuda ke-90 yang disiarkan via LED dari berbagai kota di Indonesia.

Solo masih sangat jarang atau hampir dikatakan tidak ada ruang yang yang bisa benar-benar mengakomodasi seniman-seniman muda untuk berkespresi, ruang cair yang bisa mempertemukan antara pengkarya dan penikmatnya, di situlah Muara Market mencoba hadir dan berfungsi.

Teks & Foto: Wendi Putranto


Review 2


Harus kesini kalo main ke Solo :)

Eddy Supriyadi


Di Solo ada konser musik yang berbeda yang berbentuk pentagon

Upik Hidayah