Melihat Ubur-ubur Menari di Dasar Danau Kakaban

Redaksi Pesona

08 December 2018

Kakaban memang begitu unik, pembentukan atol dengan proses pengangkatan karena aktivitas kulit bumi yang berlangsung ribuan tahun. Hal ini membuat air laut di dalam Danau Kakaban terisolasi dengan laut di sekitarnya.

Meski begitu, tak langsung menjadi air tawar, karena banyak lubang, retakan dan jalur yang memungkinkan pertukaran air asin dengan air payau di Danau Kakaban. Semua yang terbawa ke atas dalam proses pengangkatan ini menyesuaikan diri, membentuk anomali yang menyeret rasa penasaran untuk selalu kembali.

Dermaga yang sedikit panjang memandu langkah kami menuju pintu masuk Danau Kakaban. Konturnya meninggi tapi mudah didaki, karena jalur menuju ke sana begitu nyaman dengan lantai kayu dan anak-anak tangga yang membantu di tiap tanjakan.

Di balik lantai kayu, terlihat batuan karst runcing berwarna putih-krem, yang pastinya menyakitkan bila kita melangkah langsung di atasnya tanpa alas kaki yang tebal. Di kanan kiri pepohonan lebat memayungi dari panas Matahari. Beberapa bangunan kayu berada di kanan dan kiri jalur, tempat para penjaga danau ini, menyambut turis yang tiada habis.

Belum lagi masuk ke dalam air danau, dari atas dermaga, bisa terlihat ubur-ubur hilir mudik, ada yang tergesa ke kanan dan kiri, ada yang menikmati gerakannya sendiri. Cepat-cepat saya menceburkan diri, mengatur kamera dan siap membidik, seketika ribuan ubur-ubur itu bergerak ke arah yang tak beraturan. Bahkan dengan santainya melewati ruang antara googleku dan kamera.

Serendah mungkin saya mencoba mendapatkan gambar ubur-ubur dari dasar. Ternyata ada salah satu dari mereka yang berada di sana, terbalik, seakan sekuat tenaga ingin menembus pasir berhias tanaman air, tapi tidak bisa. Saya melihat lebih jauh, ternyata lebih banyak lagi yang terbalik di dasar danau, ini dia si ‘ubur-ubur terbalik’.

Dari sudut mataku melintas benda transparan, saya mengikuti gerakannya yang anggun, sambil mencoba mendapatkan gambar empat pola bulat di tengah tubuhnya. Sulit sekali mendapatkan fokus, karena tubuhnya yang bersih dan hampir tembus pandang.

Setidaknya ada 4 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban, Cassiopea Ornata, ubur-ubur terbalik yang setia dengan dasar Danau Kakaban yang berpasir; Si anggun, Aurelia Aurita, yang menyibak bagai rok penari latin; Mastigias of Papua, yang berenang hilir mudik tak henti; juga ada Tripedalia Cystophora atau ubur-ubur kotak, yang karena evolusi sengatan fatalnya tak lagi mengancam nyawa.

Mereka semua adalah daya tarik utama Danau Kakaban, tersebar di 390 hektar luas danau berwarna hijau muda ini.

Foto: Bima Prasena

 


Review 4


Jadi rindu dan mau kesini lagi.

Eddy Supriyadi


kangen derawan dan pengen main kesini lagi

Eddy Supriyadi


Danau Krakatau semakin menarik dengan ada ubur-ubur yang berenang

Adnan Yollanda


Danau ini memang sangat unik dan pas nyelem renang bareng ubur-ubur itu rasanya amazing banget

Muhammad Mu`tasimbillah Ghozi