Pertemuan Raja-Raja Nusantara di Festival Pagaruyung 2018

Redaksi Pesona

03 December 2018

Festival Pesona Budaya Pagaruyung 2018 digelar di Luhak Nan Tuo, Kabupaten Tanah Datar sejak 29 November hingga 2 Desember 2018. Beragam tarian digelar dalam acara ini, mulai dari  arakan jamba, pagelaran kuliner, fashion show Authentic Minangkabau, permainan anak nagari, parade dan kirab raja-raja se-Nusantara di jalan utama ibukota Kabupaten Tanah Datar, pertunjukan silat, pacu jawi hingga Pagaruyung Expo.


Pusaka dan Prasasti Pagaruyung
Pertunjukan silat dan acara pacu jawi yang diadakan di Sungai Tarab menjadi primadona festival yang ditunggu-tunggu. Atraksi permainan tradisional mengendarai sapi di tengah lintasan lumpur ini riuh dengan tepuk tangan dan teriakan penonton saat joki menunggangi dua ekor sapi dengan diapit dua bilah kayu.

Sementara, pada hari yang sama digelar pameran di Gedung Nasional Maharajo Dirajo yang terletak di Nagari Baringin, Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hal yang pertama kali dilihat oleh pengunjung pameran ketika memasuki gedung tersebut adalah sebuah prasasti besar yang sudah patah dan terbagi menjadi dua bagian.

Itulah Prasasti Pagaruyung, yang hingga saat ini menjadi salah satu bukti kejayaan Kerajaan Minangkabau di masa lalu. Patung-patung dan arca dewa dan dewi dalam agama Hindhu-Budha juga ditampilkan dalam pameran ini. Berbagai peralatan dari tembikar dan logam juga ikut meramaikan koleksi pameran benda-benda pusaka tersebut. Dan, tak kalah, perangkat-perangkat tenunan juga dipamerkan.

Pada hari-hari terakhir festival ini, Pagaruyung Expo begitu meriah di Lapangan Cindua Mato Batusangkar. Lapangan diisi oleh beragam pedagang yang menjajakan makanan tradisional hingga tempat permainan anak-anak. Panggung juga tidak henti-henti menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari teater tradisional atau randai singkat, pertunjukan siswa-siswa Taman Kanak-kanak Bhayangkari yang mendengungkan ayat-ayat suci dan menari, hingga parade tetabuhan gendang tasa dari mahasiswa setempat.

Malam terakhir festival ditutup dengan penampilan Alkawi, penyanyi kondang yang menyanyikan lagu Minangkabau. Dan pada pagi hari, akan digelar pasar kuliner purba di Komplek Benteng Van Der Capellen.

Foto : Fatris MH


Review 0