Kenali dan Cintai Produk Asia di Jogja Asian Film Festival

Redaksi Pesona

28 November 2018

Jogja - NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah festival film Asia utama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan sinema Asia. Festival ini tidak hanya berkontribusi untuk memperkenalkan sinema Asia ke publik yang lebih luas di Indonesia, tetapi juga menyediakan ruang untuk persimpangan banyak sektor seperti seni, budaya, dan pariwisata.

Sejak awal berdirinya, JAFF telah bekerja erat dengan NETPAC (Jaringan untuk Promosi Sinema Asia), sebuah organisasi di seluruh dunia dari 30 negara anggota. Berkantor pusat di Colombo Srilanka, NETPAC adalah sebuah film pan-Asia dan organisasi budaya yang melibatkan kritik, pembuat film, penyelenggara festival dan kurator, distributor dan peserta pameran, serta pendidik. Ini dianggap sebagai otoritas terkemuka di bioskop Asia.


Disrupsi di Semua Aspek
Festival film internasional terbesar di Indonesia, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) , resmi dibuka Selasa malam (27/11). Bertempat di Jogja National Museum , Wirobrajan, Yogyakarta, Pagelaran tahunan ini dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari perwakilan pemerintah, sineas, hingga para pencinta film. NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang  ke-13 , pada tahun ini mengambil tema Disrupsi.

“Disrupsi ada di semua aspek. Kami ingin menggarisbawahi perubahan di banyak aspek akibat digital. Termasuk perubahan dalam film,” kata Presiden JAFF, Budi Irawanto.



Film ‘The Man from the Sea’ dipilih menjadi film pembuka JAFF . Film karya sineas Jepang dengan seting Indonesia itu berkisah persahabatan anak muda dengan latar bencana tsunami dan dibintangi artis dua negara “Karena film ini sesuai tema Disruption. Bagaimana kejadian pasca tsunami mengubah, mendisrupsi banyak hal dalam hidup tokoh-tokohnya,” menurut Budi.

Deputi Pemasaran, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Joshua Simandjuntak menambahkan kalau film masuk sebagai salah satu sektor prioritas Bekraf. Memang, tak disangkal sumbangan bisnis film ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih rendah, yakni masih sekitar 0,17%. “Industri film benar-benar sedang bergairah. Maka festival seperti ini jadi sumber prioritas terciptanya ekosistem film,” kata dia lagi.

JAFF ke-13 menjadi misi merayakan sinema Asia. Festival yang digelar hingga 4 Desember 2018 ini memutar 146 film dari 27 negara. Tidak hanya menonton film saja , gelaran acara ini disertai sejumlah kompetisi, diskusi, pameran dan program edukasi kelas dan workshop perfilman dari produksi hingga kelas akting. Materi diberikan oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. mulai dari artis hingga sutradara terkenal. Seperti Reza Rahardian ,Ernest Prakasa , Joko Anwar dan Garin Nugroho

Penonton bisa menyaksikan 127 judul film dari 27 negara. Di tiga lokasi berbeda di Jogja National Museum, XXI Empire, dan Cinemaxx Lippo Mall.


Review 0