Ziarah ke Pohon Cengkeh Tertua di Dunia

Redaksi Pesona

29 November 2018

Kenapa ziarah? Ya, karena memang kunjungan ini merupakan kunjungan ke sebuah lokasi artefak sejarah yang “pernah hidup”, lantas mati dan kemudian saat ini hampir terlupakan. Sebuah kisah betapa vital dan pentingnya peranan pepohonan cengkeh di sini dalam sejarah terbentuknya Indonesia. Dahsyat, kan?

Lokasi pohon cengkeh ini berada di kaki Gunung Gamalama yang tinggi puncaknya mencapai 1700 mdpl. Perjalanan dengan mobil hanya bisa sampai Desa bernama Air Tege Tege, yang artinya air menetes-netes dalam bahasa Ternate. Dari situ kita harus berjalan kaki menaiki tangga semen, dan jalan setapak menuju sebuah Pohon Cengkeh tertua kedua, Afo-2. Dalam bahasa Ternate, afo berarti tua.

Diceritakan oleh warga setempat bahwa Pohon Cengkeh tertua pertama yaitu Afo-1 sudah mati, beberapa tahun lalu. Letaknya lebih ke atas dari lokasi Afo-2. Usia Pohon Cengkeh Afo-1 sendiri diduga mencapai 400 tahun.. Ya, 4 abad!

Sebelum mati, Pohon Cengkeh Afo-1 masih bisa dipanen dengan hasil yang lumayan banyak. Sementara Pohon Cengkeh Afo-2, usianya konon mencapai 200 tahun, yang saat ini kondisinya sedang kritis. Hampir 2/3 batangnya mulai mati. Hanya sepertiganya yang bertahan untuk hidup. Jika sisa batangnya itu juga mati, maka kedua pohon cengkeh tertua di dunia ini akan jadi kenangan.

Lokasi  Afo-2 ini kurang lebih 700 mdpl. Pohon Cengkeh Afo-2 merupakan saksi dan bukti sejarah yang seharusnya dilestarikan. Mirip dengan candi peninggalan masa kejayaan raja-raja. Namun ini adalah sebuah pohon yang menjadi rebutan bangsa Eropa di abad pertengahan.

Saat itu Bangsa Eropa masuk ke Nusantara untuk berburu rempah-rempah, yang salah satunya adalah cengkeh. Cengkeh begitu diidam-idamkan oleh pedagang Eropa. Hingga pada masa puncak kejayaan perdagangan rempah, mereka pun rela bersaing, berseteru, hingga perang demi menguasai “emas harum” ini.

Bayangkan, jika tidak ada Pohon Cengkeh ini, bisa jadi tidak ada pedagang Eropa yang datang, tidak ada perdagangan, dan tidak ada perebutan kekuasaan dominasi perdagangan? Bisa jadi tidak ada yang namanya perjuangan, tidak ada konsep nasionalisme, dan tidak ada yang namanya Indonesia.

Menuju Ternate kini sudah mudah, ada banyak maskapai yang memiliki trayek ke sana, bahkah tanpa transit. Bandaranya bagus, Sultan Babullah, yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota.


Review 1


Pondok Cengkeh salah satu wisata yang berbeda dan unik

Adnan Yollanda