Simeulue, Pulau Lugu dengan Kekuatan Senandung Penyelamat

Redaksi Pesona

24 November 2018

Di mana Simeulue? Pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Aceh, yang letaknya tepat menghadap ke Samudera Hindia. Penghasil lobster terkenal dan salah satu destinasi incaran peselancar Internasional.

Memang, nama Simeulue mungkin masih asing bagi telinga banyak orang Indonesia. Namun, menggambarkan keindahan alam di Simeuleu saya hanya punya dua hal, yaitu lugu dan penuh pesona!

Bagaimana tidak?

Simeulue didominasi dengan pemandangan pantai tropis biru dengan pasir berwarna putih, hitam, dan merah. Pulau Simeulue dan pulau-pulau sekitarnya memang memiliki tiga warna pasir pantai tersebut. Untuk pasir warna putih, kita bisa menemukannya di seluruh pesisir pantai. Pasir hitam ditemukan di daerah rawa-rawa. Sedangkan pasir merah hanya ditemukan di satu lokasi, yaitu di Desa Putra Jaya.

Sepanjang perjalanan semenjak mendarat di bandara Lasikin, kita akan dimanjakan dengan deburan ombak, kerbau yang dilepas liar berendam di muara, pohon kelapa berjejer rapi, dan bukit dengan hutan yang masih terjaga.

Memang keunikan pemandangan setiap hari di Simeulue adalah kerbau air, yang dapat kita temui di mana saja. Penduduk Simeulue senang memelihara kerbau. Pemandangan sekumpulan kerbau air berendam bisa kita jumpai di muara-muara sepanjang jalan. Mereka akan terlihat mencari makan saat pagi dan berendam dari siang hingga sore.

Sepanjang jalan kita akan terpesona dengan kebersihan yang terjaga di halaman rumah-rumah yang berjarak cukup jauh satu sama lain. Selain pemandangan yang luar biasa cantik, jangan lupa untuk menikmati lobster Simeulue yang terkenal sambil mendengarkan senandung nandong.

Nandong merupakan senandung turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi tentang kisah Smong, ombak besar dengan pertanda. Nandong yang disenandungkan secara berulang-ulang membuat penduduk Simeulue sangat peka akan adanya gempa dan tsunami (Smong). 

Senandung tradisional inilah yang menyelamatkan begitu banyak nyawa penduduk Simeulue saat bencana tsunami melanda Aceh dan beberapa titik di Pulau Sumatera. Senandung yang kini masih diperdengarkan dari rumah ke rumah di pulau indah di ujung Samudera Hindia.

Foto: Marrysa Tunjung Sari
 


Review 0