Festival Bekudo Bono, Ajang Rekor Dunia Surfing di Sungai Kampar

Redaksi Pesona

22 November 2018

Surfing di Bono memang istimewa. Tidak seperti umumnya olahraga selancar yang dilakakukan di pantai, peselanjar meluncur jauh ke dalam Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tahun ini Festival Bono Surfing akan kembali manjakan penggemar surfing, pencari sensasi, dan pecandu adrenalin. Peselancar bakal disuguhi air pasang yang berada pada posisi tertinggi pada 23 November 2018 sesuai perhitungan bulan Arab. Para peselancar lokal dan mancanegara akan menunjukkan kepiawaiannya menaklukkan Ombak Bono yang tingginya lebih dari dua meter.

Ombak Tsunami Kecil

Rangkaian kegiatan Festival Bono Surfing juga akan dilengkapi dengan malam pementasan seni dan budaya yang diselenggarakan di lapangan Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci sekaligus hiburan menjelang acara puncak Bono Surfing. Pada acara puncaknya, enam peselancar profesional, diantaranya dua peselancar Australia dan empat orang komunitas surfing dari Bali yang akan menunjukan kehebatannya dalam menundukkan ombak yang dinamai Tsunami Kecil itu.

Gelombang pasang  'Bono' merupakan gelombang yang cepat dengan suara gemuruh keras pada kecepatan 40 kilometer per jam. Surfing di sungai bisa naik setinggi 4 sampai 6 meter, sekaligus menciptakan barrel yang disukai peselancar.

Gelombang pasang Kampar yang dinamai Bono oleh penduduk setempat terjadi secara teratur di Teluk Meranti, pertama kali ditemukan oleh bore-rider Prancis dan Brasil yang menemukan sensasi yang berbeda di sungai ini. Sejak saat itu, banyak penggemar bore-ride berselancar di gelombang Sungai Kampar atau dikenal juga “Tujuh Hantu”

Setiap tahun, festival ini menampilkan usaha untuk memecahkan rekor dunia untuk perjalanan terpanjang dan terjauh di sungai Kampar. Tahun lalu, setidaknya 20 peselancar paling berpengalaman di dunia ambil bagian dalam festival ini. Sebuah rekor individu baru pun dibuat oleh Australian Surfer James Cotton yang berhasil mengendarai pasang surut selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 17,2 km. Prestasi ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Steve King dari Inggris yang menempuh jarak 12,23 km dalam 1,6 jam.


Review 2


Keren banget nih surfing dengan ombak tsunami kecil,tempat yang unik & menarik buat di kunjungin

Lingling irawati


Keren Nih tempat wisatanya Biasanya orang berselancar dipantai ini di sungai .. dengan Gelombang air yang sangat Cepat

Gina Destina