Mengeksplorasi Budaya Dayak Kapuas Hulu Lewat Susur Nusantara

Redaksi Pesona

16 November 2018

Kebesaran Dayak tercermin dalam program Susur Nusantara Dayak Kalimantan Barat, pada 11-15 November 2018. Sebanyak 7 orang influencer media sosial dibuat terpukau akan kekayaan budaya Suku Dayak di sekitar Kapuas Hulu.

Suku Kayaan yang berhasil ditemui oleh tim Susur Nusantara, antara lain Datah Diaan, Suku Dayak Tamambalo Apalin di Banua Tengah hilir, Suku Iban di Kedungkang, hingga Suku Dayak Iban di Sungai Utik.

"Asyik. Keren. Ini di luar ekspetasi. Budayanya luar biasa. Dengan sambutan hangat disetiap suku yang kami singgahi. Sepertinya kurang waktu yang ada untuk menjelajahi eksotisme Suku Dayak di Kapuas Hulu," ujar Pipit Damayanti, seorang food blogger asal Jogja yang mengikuti tim Susur Nusantara.

Keramahan dan senyuman selalu menyertai tim Susur Nusantara ketika berkunjung ke setiap suku. Beragam suguhan kuliner selalu menyertai tim Susur Nusantara dalam setiap kesempatan. Suguhan ini menjadi menu wajib bagi para tamu yang datang.

Menunya sudah pasti nikmat. Seluruh kuliner yang disediakan merupakan hasil ladang serta alam sekitar. Ada sayur pakis, sayur labu, sayur daun ubi, ikan asin, telur, ikan sungai serta sambal.

Eksotisme Tanah Borneo semakin lengkap dengan hadirnya budaya tato Suku Dayak yang mendunia. Bukan sekedar seni menggambar tubuh, tato Dayak merupakan representasi dari nilai-nilai kehidupan. Begitu kaya makna. Semua bernuansa alam yang merupakan nilai terpenting kehidupan mereka.

Bagi masyarakat Dayak alam adalah ibu. Alam yang memberikan kehidupan. Maka dari itu semua direpresentasikan didalam seni mereka. Cara mereka hidup yang menjaga alam juga menjadi sebuah keunikan tersendiri. Itu juga sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang juga menjadi fokus Kementerian Pariwisata.

Nilai-nilai itu juga tersaji kuat di Rumah Betang. Rumah tradisional Suku Dayak ini memberikan sebuah aura yang membuat betah setiap tamu yang datang. Beragam ukiran serta patung khas Dayak di rumah ini begitu kaya untuk ditelusuri.

Soal fasilitas tak perlu diragukan. Sejak tahun lalu, Rumah Betang telah memilik kamar-kamar khusus yang difungsikan sebagai homestay. Kamarnya nyaman. Toiletnya bersih. Listrik pun tersedia. Hal ini dilakukan dengan semakin maraknya wisatawan yang datang dan menginap di Rumah Betang.

Sementara, dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Komunikasi Media Digital, Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I, Titus Haridjati mengatakan, famtrip ini dilakukan untuk mengangkat serta memetakan potensi destinasi lain di Indonesia. Hal ini sangat strategis mengingat banyaknya potensi destinasi yang belum terekspos secara menyeluruh.

"Strateginya menggunakan influencer media sosial sehingga destinasi-destinasi ini makin berkibar lagi," ujar Titus.

Hingga saat ini program Susur Nusantara telah dilaksanakan di berbagi destinasi di Indonesia. Dari mulai Nias, Natuna, Wakatobi, Toraja, Dayak Kalbar, Luwuk, Sombori dan nantinya berakhir di Sentani Papua.

"Target kita membidik pangsa pasar lebih luas. Selain wisatawan mancanegara kita juga membidik wisatawan nusantara, khususnya milenial. Seluruh materi yang ada kita sajikan lengkap di media sosial para influencer, dan Instagram @pesonaid_travel dengan hastag #SusurNusantara," jelas Titus.

Program ini pun mendapat apresiasi positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Eksplorasi untuk mengangkat potensi tersembunyi pariwisata Indonesia. Sehingga, nantinya dapat memberikan pilihan destinasi lebih luas bagi para wisatawan.

"Indonesia itu bukan cuma Bali. Indonesia itu bukan cuma Jogja. Kekuatan alamnya sudah tak terbantahkan. Sedangkan kekuatan budayanya menjadi nilai tersendiri yang mengundang wisatawan. Contohnya kekayaan budaya Suku Dayak di Kapuas Hulu ini," ujar Menpar Arief Yahya.


Review 1


Gimana caranya ya bisa daftar untuk bisa ikutan acara2 seperti susur Nusantara ini?

I Ketut Tirtayasa Dharma Kesuma