Banda Jelang Ritual Adat 10 Tahunan

Redaksi Pesona

13 November 2018

Tahun ini untuk ketiga kalinya Pesta Rakyat Banda, di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku digelar. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pergelaran pesta yang mengusung tema "The Unique Cultures Invite You" ini, terasa lebih menarik karena bertepatan dengan acara 10 tahunan ritual adat Cuci Parigi (sumur) Pusaka di Negeri (desa) Lonthoir, Pulau Banda Besar, yang bakal digelar Rabu (14/11/2018).


‘Pesta’ Kuliner Begitu Menginjak Banda
Selama Festival Rakyat Banda (11-14 November), berbagai acara kesenian, budaya hingga lomba digelar untuk warga maupun wisatawan. Pembukaan Festival Rakyat Banda dipusatkan di Istana Mini, Banda Neira, dibuka oleh jajaran pejabat daerah Maluku. Sepanjang festival digelar berbagai pentas tari, musik, teater, lomba perahu belang tradisional hingga lomba cerdas cermat.

Tapi dari berbagai acara ini, yang paling ditunggu kali ini adalah ritual 10 tahunan, Cuci Parigi. Yaitu ritual menguras sumur yang disakralkan oleh warga Kepulauan Banda. Karena acaranya ada setiap 10 tahun sekali itulah, tidak heran, ribuan orang telah berebut naik KM. Nggapulu sejak berangkat dari Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, Minggu (11/11/2018).

KM. Nggapulu akhirnya merapat di dermaga Banda pukul 13.00. Tapi karena berjubelnya orang yang turun dari kapal, sampai jam 14.00 barulah penumpang yang turun di Banda Neira betul-betul habis. Dermaga maupun ruas jalan depan Pelabuhan Banda yang masuk kategori pelabuhan kecil itu, benar-benar sesak dengan penumpang, penjemput dan lapak kuliner khas Banda.

Jika hari biasa, kita sulit menemukan lapak penjaja aneka kuliner di kota ini. Tapi di saat kapal singgah di Banda Neira, kita bisa jumpai aneka kuliner khas pulau kecil dengan bentang alam yang indah dan warisan budaya yang serba unik ini, deretan lapak dadakan depan pelabuhan. Salah satu kuliner yang paling dicari ialah telur ikan tuna. Maklum wilayah perairan Kepulauan Banda merupakan penghasil ikan tuna terbesar di Indonesia.

Biasanya lapak kuliner dadakan ini diserbu penumpang transit menuju persinggahan berikutnya, yakni Kota Tual dan Kota Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Tapi sering juga menjadi bekal di jalan bagi warga pulau lainnya di Kepulauan Banda, yang baru tiba dengan KM. Nggapulu, seperti warga Negeri Lonthoir yang masih harus menyeberang dengan kapal motor.

Negeri Lonthoir yang dikenal juga dengan nama Andan Orsia ini, dua hari lagi bakal dipenuhi ribuan wisatawan untuk menyaksikan ritual Cuci Parigi Pusaka. Prosesi mencuci sumur atau istilah setempat menyebutnya Rofaerwar, adalah salah satu tradisi yang tidak meninggalkan religiositas masyarakatnya, yang berasal dari salah satu cerita rakyat Andan Orsia.

Prosesi pencucian parigi pusaka ini digelar melewati beberapa ritual adat, dimana mereka yang terlibat hanyalah orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan tetua-tetua adat Andan Orsia terdahulu. Sampai jumpa besok Rabu ya...


Review 2


Ini tradisi langka yang hanya dilakukan 10 tahun sekali.. terbesar diantara adat yang lain yang ada di seluruh kepulauan Banda... Bisa dibilang sangat spektakuler

Putri Mutiarasani


Antusias warga yang ingin melihat acara cuci sumur dan cuci paringi sudah terlihat.

Mukti Dinata