Banda Aceh, Kota Wisata Sejarah yang Kental Nuansa Islami

Banda Aceh merupakan salah satu kota di Aceh yang terkena dampak musibah tsunami cukup parah. Usai 14 tahun berlalu perlahan tapi pasti, kota inipun mulai berbenah diri dan justru menghadirkan tempat wisata baru yang banyak dikunjungi wisatawan.

Banda Aceh merupakan kota di ujung Pulau Sumatera yang dikenal sebagai kota Serambi Mekkah atau Tanah Rencong. Kota Banda Aceh juga merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana dikenal sebagai ibu kota dari Kesultanan Aceh. Selain budaya islam yang cukup kuat, Banda Aceh juga memiliki deretan tujuan wisata. Ini beberapa tempat yang harus kita kunjungi.


Wisata Kapal Ikan di Atas Rumah
Wisata kapal ikan di atas rumah ternyata menjadi salah satu ikon wisata favorit baru di kota Banda Aceh. Banyak orang yang menyebutnya wisata Kapal Nangkring. Mayoritas wisatawan yang datang ke sini biasanya penasaran akan kisah kapal yang berhasil menyelamatkan 59 nyawa saat Tsunami hebat pada tahun 2004. Uniknya, gelombang besar yang menyeret kapal ini justru membuatnya tersangkut di atap salah satu rumah warga. Wisata kapal ikan di atas rumah ini berada di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.


Museum Sejarah Aceh
Tak hanya itu, di Banda Aceh juga terdapat museum bernama Museum Sejarah Aceh yang menyimpan sejarah lengkap tentang Tanah Rencong. Di museum ini kita bisa melihat banyak koleksi benda-benda bersejarah dari Kesultanan Aceh. Mulai dari pakaian tradisional, perkakas kuno, hingga perlataan pertanian masa lalu. Salah satu koleksi tertua di Museum Sejarah Aceh berupa lonceng yang memiliki usia sekitar 1400-an tahun.


Wisata Kuliner di Keudah dan Simpang Mesra
Jika ke Banda Aceh tak lengkap rasanya kalau belum mencicipi kuliner khasnya. Seperti ayam tangkap, mie Aceh, dan kuah Beulangong. Ada dua lokasi favorit untuk berwisata kuliner di Kota Banda Aceh, yaitu Keudah dan Simpang Mesra. Di area wisata kuliner ini kita bisa mencicipi berbagai masakan tradisional khas Aceh. Mulai dari makanan berat hingga cemilan.


Taman Sari Gunongan
Taman Sari Gunongan merupakan hadiah dari Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya, Putri Kamaliah (Putroe Phang) dari Negeri Pahang, Malaysia. Taman Sari Gunongan terletak di dalam kompleks Taman Sari Bustanussalatin Banda Aceh yang dilalui oleh Sungai Krueng Daroy.

Tempat ini sejatinya merupakan tempat khusus bagi Sang Permaisuri untuk menyepi dan menuntaskan kerinduannya pada kampung halaman tercinta. Bentuk dari taman ini dibuat mirip seperti perbukitan di Negeri Pahang. Bangunan Gunongan sendiri terdiri dari tiga tingkat dengan warna serba putih yang jika dilihat sangat cantik dan menawan.


Review 13


Aceh bangkit dari keterpurukannya.. Semoga pemerintah pusat lebih mengedepankan objek objek wisata di daerah Aceh ini.. Agar Ekonomi disana semakin stabil..

Putri Mutiarasani


Aceh mampu bangkit usai diterpa bencana maha dahsyat yang melanda tahun 2004 silam. Saat ini sisa - sisa bencana justru menjadi obyek wisata diantaranya PLTD Apung dan Monumen Kapal di atas rumah. Untuk wisata religi anda bisa mengunjungi Masjid Baiturahim Ulee lheu dan Masjid Baiturahman Banda Aceh yang keduanya selamat meski diterjang tsunami

Muhammad Catur Nugraha


Kekuatan utama pariwisata aceh adalah alam dan juga kebudayaannya, memang bencana pernah melanda Aceh, namun dengan kerja keras semua pihak bisa dikatakan saat ini aceh telah bangkit.

angga jati pikatan


Luar biasa sekali Kisah kapal yang berhasil menyelamatkan 59 nyawa saat Tsunami hebat pada tahun 2004. Uniknya, gelombang besar yang menyeret kapal ini justru membuatnya tersangkut di atap salah satu rumah warga. Wisata kapal ikan di atas rumah ini berada di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Anno Rialdon Simbolon


Semlga tetap terjaga kebersihan lingkungannya ditempat-tempat wisata ini

Makhmudin