Keajaiban di Perairan Bintan

Matahari memukuli dengan panas. Bersama beberapa rekan di sebuah kapal kecil, kami berdesak-desakan oleh ombak yang kuat. Air asin terciprat ke sekeliling kita, setiap kali kapal kecil itu jatuh ke ombak. Tubuh dan kamera kami semua basah kuyup. Sedih? Tidak, tentunya. Keriaan kami rasakan sepanjang perjalanan.

Perahu kecil ini adalah jalan bagi kita untuk mencapai Pulau Nikoi, sebuah resor cantik yang tertutup untuk orang luar, kecuali bagi pengunjung yang berniat untuk tidur di sana. Didominasi oleh turis mancanegara, yang menghabiskan malam di kabin kayu tanpa AC, televisi, atau telepon, alam masih terasa kuat di pulau ini seluas kurang lebih 15 hektare. Pepohonan masih menaungi jalan setapak yang melintasi pulau, melindungi pengunjung dari teriknya sinar matahari.

Dikatakan bahwa lokasi pantai berpasir putih di sini bisa bergerak. Selama musim hujan di utara, hamparan pasir di pantai utara bergerak ke pantai selatan, dan sebaliknya selama monsun selatan. Ketika angin monsun selatan bergerak, pasir akan digeser ke pantai utara. Kami tidak menghabiskan waktu lama di pulau ini, karena masih ada tempat lain untuk dikunjungi: Pulau Beralas Pasir, yang terletak di lepas pantai timur Pulau Bintan.

Pengasuh pulau ini mengumpulkan kelapa, membelahnya, membuat sendok dari cangkangnya, sehingga kita bisa makan daging kelapa sambil minum airnya, duduk di pantai putih bersih di bawah terik sinar matahari. Itu adalah pengalaman yang sangat unik. Ketika beberapa teman saya memutuskan untuk bermain bola voli di pantai berpasir putih murni, saya memilih untuk mengambil sebuah kapal kecil, yang sebelumnya tergenang air, untuk membawa saya ke perairan jernih di sekitar pulau ini. Saya menikmati warna laut dan kehidupan laut yang mendiami perairan ini.

Saya menemukan banyak karang meja di sana, juga ikan kupu-kupu dan ikatan biru di antara banyak jenis ikan lainnya. Sayangnya. Saat itu adalah pertengahan bulan September, bukan saat yang tepat untuk menikmati keindahan luar biasa di bawah air. Jika saya pernah berkunjung beberapa bulan sebelumnya. Pada bulan Mei misalnya, akan ada banyak tempat menyelam yang lebih indah untuk dijelajahi, seperti yang berada di dekat Pulau Mapur.

"Kepulauan Riau adalah pintu gerbang untuk wisata asing, di posisi ketiga setelah Bali dan Jakarta," kata Guntur Sakti, Kepala Biro Pariwisata Kepulauan Riau. Kepribadian yang energik ini juga menjelaskan bahwa ada 2.408 pulau, dengan empat puluh persen di antaranya tidak disebutkan namanya dan tidak berpenghuni, Mereka menawarkan banyak lokasi menyelam yang eksotis. "Jangan lupa, Provinsi Kepulauan Riau berbeda dengan Provinsi Riau," kata Guntur.

Oleh: National Geographic Indonesia (Titania Febrianti) /Lawas


Review 4


Butuh perjuangan untuk menuju kesini, namun semua akan terbayar dengan keindahaan pantainya

Makhmudin


Perairan Bintan menyimpan banyak keindahan alamnya dan surga bawah laut

Adnan Yollanda


Perairan pulau Bintan tentu membuat para wisatawan tak ingin beranjak dari jernihnya air dan pasir putih. apalagi ingin rasanya menyelam kedalam perairan untuk melihat keindahan di dalamnya

Andriani Silitonga Netty


pastinya seru sekali bermain dipantai yang bersih dan berpasir putih

yuliana