Bubur dan Bibir Manado, Duet Maut Sulawesi Utara

Kota di Teluk Manado ini dikelilingi pegunungan dengan kontur kota berbukit dan garis pantai ‘hanya’ 18,7 km. Tapi Manado meraih ketenaran karena destinasi lautnya yang memukau dunia.

Bubur dan bibir Manado, sering disebut sebagai dua hal yang tak terpisahkan. Tak berlebihan memang. Manado terkenal sebagai kota pantai, kota dengan bibir pantai cantik di pulau-pulau eksotik dengan keindahan alam bawah air, kuliner luar biasa dan tentu saja, wanitanya yang elok.

Kota Manado berada di ujung utara Pulau Sulawesi dan merupakan kota terbesar di Sulawesi Utara. Kota yang memiliki slogan Torang Samua Basudara, ini seolah memperkuat kerukunan hidup masyarakat di Kota Manado yang terdiri dari berbagai etnis. Tak heran jika beberapa tokoh bangsa mengatakan bahwa Manado merupakan miniatur Indonesia

Wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua. Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter. Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter.

Perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua. Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah.

Manado Dalam Banyak Versi

Nama lain yang lebih tua untuk Kota Manado adalah “Wenang atau Benang”. Wenang atau Benang adalah pohon yang banyak tumbuh di pesisir Manado atau biasa disebut Pohon Bahu yang bisa dijumpai di sepanjang Pantai di Bahu Malalayang sampai di Kalasey. Kayu sejenis ini kulitnya sangat berguna sebagai bahan penyamak jala nelayan agar tidak lekas lapuk oleh air laut.

Sedangkan dalam versi bahasa Sangir Tura, Wenang atau Benang adalah “Gahenang/Mahenang” yang artinya api yang menyala, bercahaya atau bersinar. Dan Kata “Manarow” merujuk pada sebuah Pulau yaitu Pulau Manado Tua yang dihuni orang dari etnis Sangir Tua yaitu Etnis Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu. Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu. Ungkapan ini berasal dari bahasa Sangir Tua yaitu “Bowong artinya Atas dan Kehu artinya Hutan. Jadi Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu adalah kerajaan yang terletak di atas hutan yang rajanya disebut Kulano.

Asal mula Kota Manado

Menurut legenda “Wanua Wenang” sebutan penduduk asli Minahasa, Wanua Wenang telah ada sekitar abad XIII dan didirikan oleh Ruru Ares yang bergelar Dotulolong Lasut. Saat itu ia menjadi Kepala Walak Ares, yang dikenal sebagai Tokoh pendiri Wanua Wenang yang menetap bersama keturunannya.

Versi lain, Kota Manado merupakan pengembangan dari sebuah negeri yang bernama Pogidon. Kota yang diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-16. Nama "Manado" daratan mulai digunakan pada 1623 menggantikan nama "Pogidon" atau "Wenang". Kata Manado berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang berarti "di jauh". Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya.

Kecantikan Alam dan Wanitanya

Kota Manado merupakan salah satu tujuan wisata utama di bagian timur Indonesia. Manado terkenal dengan keindahan alam dan kecantikan para wanitanya. Yang paling terkenal adalah Taman Laut Bunaken. Tak lengkap berkunjung ke Manado jika tidak mengunjungi taman laut bunaken yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya.

Terumbu karang, dinding karang yang terjal dengan aneka bentuk dan warna biota laut, seperti  ikan hiu, marlin, tuna, kakap, kerapu, barakuda, napoleon, angel fish, kura-kura, mandarin fish, kuda laut, ikan pari, gurita dan berbagai jenis ikan lainnya dan yang paling terkenal adalah ikan purba raja laut (Coelacanth) yang merupakan pemandangan bawah laut yang akan memanjakan mata pengunjung.

Bunaken berjarak sekitar 7 mil dari pelabuhan Manado dan dapat ditempuh sekitar 50 menit menggunakan perahu motor bermesin ganda atau sekitar 35 menit menggunakan speed boat.

Selain bunaken, tempat wisata lainnya di Kota Manado yang tak kalah indahnya dengan taman laut bunaken, diantaranya Pulau Siladen, Pulau Manado Tua, Air Terjun Kima Atas, Gunung Tumpa, patung Tuhan Yesus Memberkati yang merupakan patung Tuhan Yesus tertinggi kedua di dunia.

Petualang Kuliner

Manado adalah surganya petualang kuliner. Kota ini akan memberikan pengalaman kuliner dari jalan Wakeke yang merupakan pusat makanan khas Manado seperti Tinutuan (lebih dikenal dengan sebutan Bubur Manado), mie cakalang, sup dan es brenebon yang legendaris, hingga paniki atau olahan kelelawar khas Manado.

Di sepanjang pesisir Manado, Pantai Malalayang, kita bisa menikmati keistimewaan alam dan kuliner Sulawesi Utara sekaligus. Menikmati pemandangan pantai dengan latar belakang pulau Manado Tua dan pulau Bunaken sambil menikmati menikmati pisang goreng Manado dan ikan-ikan segarnya yang luar biasa.

 

Review 10


Manado dgn byk keistimewaan, kuliner dan budaya serta tempat wisata yg mempesona

Nunung harini


Manado surganya petualang kuliner

Makhmudin


Wow keren

Makhmudin


Manado terkenal sebagai kota pantai, kota dengan bibir pantai cantik di pulau-pulau eksotik dengan keindahan alam bawah air, kuliner luar biasa wajib kalau kesini menikmati Bubur khas Manado yang enak

Adnan Yollanda


Ingat manado pasti ingat bunaken dan bubur manado..keindahan bawah laut bunaken sudah terkenal di mancanegara..kelezatan bubur manado bikin gagal move on

yuliana