Gorontalo, Zamrud Khatulistiwa di Kota Tertua Sulawesi

Menurut sejarah, Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu, dan merupakan salah satu kota yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur, selain Ternate dan Bone. Salah satu keunikan dari Gorontalo ialah dilintasi langsung oleh Garis Khatulistiwa.

Gorontalo, salah satu kota tertua di Indonesia dan Sulawesi, selain Makassar, Pare-Pare dan Manado. Gorontalo sejak dahulu juga dikenal sebagai kota jasa. Kota ini memiliki sejumlah bangunan tua khas daerah berupa rumah panggung yang masih dengan mudah kita jumpai sepanjang jalan dalam kota.

Sebagai sebuah ibu kota, Gorontalo terketak di Utara Pulau Sulawesi. Jika dilihat dari dalam peta dunia dilintas garis khatulistiwa, sehingga tidak berlebihan jika Gorontalo dikenal sebagai Zamrud Khatulistiwa di Indonesia dengan pesonanya tersendiri.

Gorontalo menjadi pusat perdagangan karena letaknya yang strategis, menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara). Dengan letaknya yang stategis sekaligus membuat Gorontalo menjadi kota pendidikan serta penyebaran agama islam di Sulawesi Utara, seperti Ternate, Bone, ToliToli Donggala, dan Bolaang Mongondow.

Masyarakat Gorontalo juga dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan agama. Sehingga tak heran jika kota ini memiliki filosofi “Adat Bersendikan Sara, Sara Bersendikan Kitabullah”. Dengan dibentuknya filosofi ini, pemerintah Gorontalo berharap hukum adat dan agama di kota ini dapat diberlakukan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.


Asal Usul Gorontalo
Diketahui nama kota Gorontalo berasal dari nama kerajaan yang berdiri 400 tahun yang lalu, kerajaan Hulondalo. Akibat Belanda yang sulit mengucapkan kata Hulondalo, maka mereka mengucapkannya dengan Gorontalo yang pengucapannya terbawa hingga sekarang. Kota ini diresmikan pada 5 Desember tahun 2000, dan menjadi provinsi ke 32 di Indonesia yang kental dengan nuansa islami.

Meski baru diresmikan sebagai provinsi baru, namun kota ini sejatinya sudah ada sejak 18 Maret 1728, atau sekitar 290 tahun yang lalu. Provinsi Gorontalo dihuni beragam etnis yang berbentuk Pohala’a atau keluarga. Ada 5 Pohala’a di Gorontalo, di antaranya Pohala’a Gorontalo (etnis Hulontalo), Pohala’a Suwawa (etnis Suwawa), Pohala’a Bolango (etnis Bolango), dan Pohala’a Atinggola. Meski memiliki banyak etnis, namun secara keseluruhan mereka masuk ke dalam satu suku, yaitu suku Hulontalo atau orang asli Gorontalo.


Review 13


Provinsi Gorontalo merupakan zamrud khatulistiwa dan salah satu kota tertua di Sulawesi pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur

Adnan Yollanda


Provinsi Gorontalo dihuni beragam etnis yang berbentuk Pohala’a atau keluarga. Ada 5 Pohala’a di Gorontalo, di antaranya Pohala’a Gorontalo (etnis Hulontalo), Pohala’a Suwawa (etnis Suwawa), Pohala’a Bolango (etnis Bolango), dan Pohala’a Atinggola.

Makhmudin


Masyarakat gorontalo juga sangat ramah

Makhmudin


Sangat senang sekali jika bisa berkunjung Gorontalo, Zamrud Khatulistiwa di Kota Tertua Sulawesi dan banyak sejarah yang kita bisa dapat di Gorontalo ,apa lagi lebih 400 tahun lalu, dan merupakan salah satu kota yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur, semoga bisa kesampaian datang kesana sekalian melihat Salah satu keunikan dari Gorontalo ialah dilintasi langsung oleh Garis Khatulistiwa.

Lingling irawati


..GORONTALO Kota tertua dan juga merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam. Tentunya banyak pengaruh budaya yang ada di Gorontalo dan juga merupakan pusat perdagangan yang strategis pada masanya. Yang terkenal di Gorontalo adalah sebutan Kota Zamrud Khatulistiwa karena daerah Gorontalo dilewati oleh garis Khatulistiwa menarik bukan !?

Adiyanti prima westri