Surabaya, Metropolitan di Timur Jawa

Pernah menjadi pusat perdagangan Nusantara, setara dengan Hongkong dan Shanghai. Kini, kota terbesar kedua setelah Jakarta ini jadi gerbang utama pebisnis dan pelancong yang menuju Jawa Timur.

Kota Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Surabaya terletak 796 km sebelah timur Jakarta, 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya merupakan kota pesisir strategis, berada di pantai utara Pulau Jawa bagian timur, berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara, sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya.

 


Gerbang Wisata Jawa Timur
Surabaya memiliki destinasi wisata sangat beragam. Kebanyakan destinasi wisata di kota ini erat kaitannya dengan sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa, serta perjuangan nasional Indonesia. Selain itu, Surabaya juga memiliki wisata alam yang menarik, di antaranya adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Pantai Kenjeran.

Surabaya juga menjadi gerbang dan tempat singgahnya wisatawan yang akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jawa Timur. Dari wilayah Malang Raya dengan Gunung Bromo yang ikonik, kota Jember yang mendunia dengan Jember Fashion Carnaval-nya, hingga Banyuwangi dengan pantai-pantai incaran surfer dunia, hutan tertua di Jawa, Alas Purwo, hingga Taman Nasional Baluran serta kawah asam terbesar di dunia, Ijen.


Pusat Bisnis
Pusat bisnis di Kota Surabaya terletak di sekitar Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Adityawarman, Jalan H.R. Muhammad, dan Jalan Bukit Darmo. Kawasan ini berkembang sebagai pusat bisnis baru di Surabaya sejak tahun 1990-an.

Dulunya, kawasan ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang tidak berkembang di wilayah Surabaya. Namun, kini menjadi sebagai salah satu kawasan pusat bisnis dan perdagangan yang paling pesat perkembangannya di wilayah Jawa Timur. Dipenuhi pencakar langit dan perumahan-perumahan elite yang tertata rapi di kawasan ini.


Kuliner Pedas nan Nagih
Masakan Surabaya terkenal dengan cita rasa pedas dan asin. Bagi kalian yang doyan masakan pedas wajib buat mencicipi masakan Surabaya saat berkunjung ke sana. Beberapa masakan khas Surabaya yang tidak dapat kalian temukan di kota-kota lain seperti Rujak Cingur, Lontong Balap, Rawon dan Lontong Kupang.

Kudapan-kudapan tersebut bisa kalian temukan di kota Surabaya dan sekitarnya. Uniknya beberapa kudapan khas Surabaya tersebut menggunakan bahan dasar petis udang yang mungkin rasanya berbeda dengan petis yang ada di kota lain. Hal inilah yang membuat cita rasa masakan Surabaya itu ngangenin. Sekali coba pasti ingin coba lagi.


Review 21


Surabaya, kota yang tak pernah sepi. di Surabaya ada Monkasel atau monumen kapal selam. kapal selamnya asli lho, bukan replika.

Warih suci


Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Makhmudin


Surabaya gerbang wisata Jawa Timur disini terdapat bandara International yang mempermudah para wisatawan datang. Pusat bisnis dan menjadi salah satu kota Metropolitan terbesar di Indonesia, kuliner khas Surabaya bercitarasa pedas dan enak

Adnan Yollanda


Surabaya is my home town. Sejak kecil saya besar di kota Metropolitan ini. Sebagai Kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya menyajikan destinasi wisata unik, mulai dari Pantai Kenjeran yang kini mulai berbenah dan tampil cantik, wisata sejarah di museum House of Sampoerna, wisata tepi laut di Surabaya North Quay, Kebun Binatang Surabaya. Lalu ada wisata Religi di Masjid Ampel dan masjid Cheng Ho hingga wisata kuliner khas yang sangat menggugah selera seperti lontong balap, rawon, rujak cingur dan pecel semanggi. Serta ada wisata belanja di Tunjungan. Ayo ke Surabaya seperti syair lagunya: "Rek ayo Rek Mlaku-mlaku nang Tunjungan.."

Dina Trisiana


..Kuliner yang pernah saya cicipi di surabaya adalah rujak cingur yang begitu khas. semoga Surabaya tidak semakin macet dan rujak cingur semakin istimewa.

Adiyanti prima westri