Banjarmasin, Kota Seribu Sungai

Kota delta atau kepulauan, terdiri dari 25 pulau kecil yang dipisahkan sungai-sungai yang mengaliri Kalimantan Selatan. Berada di pertemuan Sungai Barito dan Sungai Martapura, kehidupan dan wisata Banjarmasin berpusat pada sungai.

Kehidupan masyarakat Banjarmasin sangat terpengaruh dengan pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan. Salah satunya, keidupan masyarakat dan drainase kotanya, dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa. Hal ini disebabkan karena ketinggian tanah asli yang berada 0,16 m di bawah permukaan laut. Jadi hampir seluruh wilayahnya digenangi air pada saat pasang.

Pembangunan Sungai Barito menduduki tempat yang utama dalam tata kota Banjarmasin. Sungai Barito yang luas dan dalam, Sungai Martapura yang dapat dilayari kapal-kapal besar, dan bisa memuat kapal-kapal Samudera, dapat merapat hingga kota Banjarmasin yang terletak 22 km dari laut Jawa.

Kota berjuluk Seribu sungai ini, mayoritas penduduknya berasal dari etnis Banjar (79,12%). Orang Banjar yang mendiami kota ini merupakan kelompok Banjar Kuala, Banjar Pahuluan yang berasal dari Banua Anam, serta orang Banjar dari daerah-daerah lain di Kalimantan Selatan.


Ekonomi dan Tata Kota, Fokus di Sungai
Ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, wilayahnya yang seluas 98,46 km persegi didominasi oleh delta sungai. Banjarmasin memiliki sekitar 25 pulau kecil, di antaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain. Pulau-pulau ini tersebar di pesisir dan aliran sungai.

Sungai-sungai yang membelah kota Banjarmasin menjadi magnet ekonomi. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 Banjarmasin memiliki 117 sungai. Pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai. Penataan kota Banjarmasin dengan penataan daratan pun mengikuti penataan sungai. Artinya penataan sungai di wilayah ini lebih didahulukan, baru penataan daratannya.

Dahulu sungai-sungai di Banjarmasin banyak dihuni Perahu Tambangan bersampung bengkok (melengkung), tapi sekarang sudah punah. Di Kota Seribu Sungai ini, sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat sejak zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi.


Wisata Pasar Apung
Sebagai kota yang kaya akan sungai, wisata Banjarmasin pun menyuguhkan destinasi menarik seputaran sungai. Utamanya, pasar terapung. Di Banjarmasin, pasar penduduk berada di atas sungai, sehingga dinamakan pasar terapung. Ada beberapa pasar terapung diantaranya Pasar Lok Baintan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk di Sungai Martapura, Pasar terapung Muara Kuin, dan pasar terapung Siring, sungai Martapura. Di pasar terapung ini pembeli dan pedagang berada dalam perahu masing-masing. Transaksi berlangsung di atas perahu. Penjual dan pembeli sama-sama digoyang riak sungai.

Pasar terapung sudah ada sejak zaman dulu. Barang dagangan berupa hasil bumi dan kebun yang dibawa penduduk dari hulu lebih mudah dibawa menggunakan perahu. Pedagang pasar terapung didominasi perempuan dengan memakai tutup kepala yang disebut dengan tanggui. Untuk menuju pasar terapung, wisatawan wajib berangkat sebelum matahari terbit menggunakan perahu kelotok karena pasar ini hanya beroperasi pukul 06.00 hingga 08.00 pagi.

Foto : Acid Ridha


Review 18


Pasar Apungnya keren banget ????. Semoga suatu saat nanti aku bisa belanja di pasar apung?amiin...????

Kastini


Sangat kren dan indah. Pemandangan pasar apung sekarang ini sangatlah jarang terlihat sekarang ini.

Febriwan Harefa


Keren.. Disini sungai menjadi pusat ekonomi warga mantap

Makhmudin


Masih banyak lagi objek wisata Banjar Masin, contohnya saja objek wisata pulau kembang. Yang berada di tengah-tengah antara sungai dan laut. Yang pulaunya di huni oleh monyet, yang konon ceritannya monyet disana tidak pernah berkurang atau lebih dan juga dipimpin seekor monyet yang mempunyai gigi emas.

Luppy Hakim


Banjarmasin Kalinantan Selatan menjadi Kota berjuluk Seribu sungai ini, mayoritas penduduknya berasal dari etnis Banjar. Tata kota dan pekonomian berfokus pada sungai dan terdaapat pasar khas dan unik yaitu Pasar Terapung

Adnan Yollanda