Gunungsitoli, Sisi Lain Kota Tertua di Kepulauan Nias

Salah satu hal unik dan menarik dari Gunungsitoli adalah rumah tradisionalnya. Rumah tradisional Nias sangat unik karena strukturnya tahan gempa dan dibangun tanpa menggunakan paku.

Gunungsitoli merupakan salah satu Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Kota ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Nias. Gunungsitoli merupakan kota tertua dan terbesar yang ada di Kepulauan Nias, loh.

Setelah ditingkatkan statusnya dari kecamatan menjadi kota otonom, popularitas Gunungsitoli semakin melejit. Tercatat, Gunungsitoli atau yang dulu sering disebut dengan Luaha sudah dikenal dan dikunjungi pada abad ke-18. Ketika itu ada tiga marga yang menghuni kota Luaha, yaitu Harefa, Zebua, dan Telaumbanua, atau yang lebih dikenal dengan Sitolu Tua.

Di sebelah utara, Gunungsitoli berbatasan dengan Kecamatan Sitolu Ori (Kabupaten Nias Utara). Di sebelah timur berbatasan dengan Samudera Indonesia. Bagian selatannya berbatasan dengan Kecamatan Gido dan Gili Serangkai, sementara di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Alasa Talumuzoi dan Namohalu Esiwa.

Sebagian wilayah Gunungsitoli berbukit-bukit sempit dengan ketinggian bervariasi, antara 0-800 meter di atas permukaan laut. Struktur batuan dan susunan tanah di tempat ini umumnya labil yang mengakibatkan sering terjadinya longsor atau patahan di jalan-jalan aspal.

Kota ini juga menawarkan berbagai pilihan wisata alam. Bagi yang ingin merasakan suasana pantai di kota ini, bisa langsung menuju ke Pantai Hoya. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari pusat kota Gunungsitoli. Garis pantainya cukup panjang dan indah, berpadu dengan air laut yang masih jernih. Keindahan ini semakin lengkap dengan keberadaan pohon cemara di sepanjang pinggir pantainya.

Selain pantai, masih ada banyak tempat wisata alam yang bisa dikunjungi. Kita bisa datang ke Gua Togi Ndrawa yang jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari pusat kota. Atau datang saja ke Air Terjun Humogo yang unik, karena memiliki ketinggian ari delapan meter, dan lebar sekitar delapan meter. Jaraknya sekitar 8 kilometer dari pusat kota.

Tak kalah unik dari Gunungsitoli adalah rumah tradisionalnya. Rumah tradisional Nias sangat unik karena strukturnya tahan gempa dan dibangun tanpa menggunakan paku. Kebanyakan desa di Gunungsitoli masih memiliki rumah tradisional ini. Namun, jika ingin melihat dalam jumlah besar, datang saja ke Desa Tumori.

Masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi oleh sobat wisata. Jadi, tidak perlu ragu-ragu lagi untuk menyusun perjalanan ke Gunungsitoli, ya.


Foto: Jaka Thariq


Review 0