5 Wisata Eksotis di Belitung Timur

Tidak kalah dengan Belitung Barat, Belitung Timur juga menawarkan keunikan wisata tersendiri. Di kabupaten inilah 3 tokoh nasional lahir, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Adrea Hirata dan Yusril Ihza Mahendra. Berikut beragam lokasi wisata yang layak untuk kita kunjungi selama di Belitung Timur.

Pantai Serdang
Panser, begitu biasanya penduduk setempat menyebut Pantai Serdang. terletak di tengah Kota Manggar dan dekat dengan pasar modern Lipat Kajang.

Ciri khas pantai ini adalah bibir pantai yang panjang dengan pasir putih lembut dan warna air laut yang beragam, mulai dari hijau muda sampai biru tua, membuat pantai ini sangat indah.

Selain itu di pantai ini juga banyak ditemui beragam perahu nelayan dengan cat yang warna-warni, menambah keindahan tersendiri karena kontras dengan warna pasir putih. Ditambah dengan banyaknya pohon pinus dan warung-warung yang menyediakan kopi dan makanan khas daerah, membuat kita betah untuk berlama-lama pantai.


Pantai Nyiur Melambai
Disebut juga dengan nama Pantai Lalang, karena pantai ini terletak di desa Lalang, Kecamatan Manggar. Hampir mirip dengan Pantai Serdang, dipantai ini kita bisa  menjumpai deretan pohon pinus dan pohon kelapa sepanjang pantai, menyuguhkan pemandangan indah.

Hijaunya pepohonan di Bukit Samak bisa dilihat di sebelah kiri Pantai Nyiur Melambai. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan para pemancing yang berjajar di pinggir pantai. Di sekitar pantai ini, juga terdapat panggung yang sering menggelar pertunjukan kesenian khas Belitung.

Di pinggir pantai kita juga bisa menjumpai benda-benda ciri khas Belitung Timur, yaitu batum satam dan cangkir besar yang melambangkan budaya minum kopi.


Kedai Kopi Manggar
Manggar adalah ibu kota Kabupaten Belitung Timur. Memasuki Kota Manggar kita akan langsung disambut tulisan “Kota 1001 Warung Kopi”. Yup, memang Manggar mempunyai sebutan Kota 1001 Warung Kopi. Bahkan ketika sudah di dalam kotanya, tugu di tengah jalan pun berupa ketel atau teko besar yang biasanya digunakan untuk merebus kopi.

Menikmati Kopi Manggar menjadi kenikmatan tersendiri, suasana santai dan ramah dari setiap pengunjung dapat menghilangkan rasa lelah dan jenuh dari rutinitas sehari-hari.


Museum Kata Andrea Hirata
Namanya Museum Kata Andrea Hirata yang terletak di Desa Gantong, Belitung Timur. Museum Kata yang diresmikan pada tahun 2012. Museum dari luar terlihat seperti taman hiburan untuk anak-anak, karena dinding dan pagar museum dicat dengan warna-warni. Mungkin dibuat warna-warna seperti karya beliau novel Laskar Pelangi. Sebelum masuk ke dalam museum kata ini kita diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000 per orang. Tiket tersebut nanti akan dikonversi dengan buku karya Andrea Hirata.

Didalam museum di sebuah bangunan, kita akan melihat isinya beragam karya sastra dari penulis novel terkenal Laskar Pelangi yakni Andrea Hirata. Beberapa karya sastranya bahkan hanya dapat kita temukan di Museum kata ini.

Jika masih punya waktu banyak, kita juga bisa kongkow-kongkow santai di warung Kopi Kuli yang berada di samping persis museum ini. Disini kita bisa menikmati kopi dan makanan khas Belitung.


Galeri Daun Simpor
Galeri Daun Simpur atau biasanya orang menyebut Kampung Ahok. Lokasi kampung ini ada di kecamatan Gantong. Bisa ditempuh sekitar 20 menit dari kota Manggar. Sampai di lokasi kita akan memasuki rumah bertingkat dengan halaman luas. Ini adalah rumah orang tua Ahok.

Letak Galeri Daun Simpur, terletak disamping bangunan tadi. Di dalam galeri kita bisa melihat beragam souvenir khas Belitung. Kemudian di pojok ruangan galeri kita bisa menyaksikan proses pembauatan batik khas Belitung. Di belakang galeri, kita juga bisa melihat beberapa kuda poni dan keledai. Keberadaan hewan lucu tadi pasti akan menarik putra-putri Anda ketika berkunjung kesini.

Setelah keluar galeri kita bisa mampir ke Rumah Fifi. Lokasinya persis di seberang Galeri Daun Simpur. Rumahnya berbentuk rumah panggong, rumah khas Belitung. Di dalam rumah kita bisa membeli beberapa makanan khas Belitung dan kue buatan tangan Mama Ahok.


Foto: Sigit Wibisono


Review 0