Banda Neira, Gugusan Pulau-pulau Kecil yang Penuh Cerita

Pulau Banda dan Pulau Neira tidak dapat dihapuskan dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Kedua pulau yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah tersebut, pernah menjadi tempat pengasingan para Bapak Bangsa.

Banda Neira, berasal dari dua buah nama pulau terbesar di Kepulauan Banda, yaitu Pulau Banda dan Pulau Neira. Kecamatan Kepulauan Banda terletak di 130 BT dan 4 derajat 30’ LS yang terdiri dari beberapa gugusan pulau vulkanis, yaitu Pulau Lonthoir, Pulau Gunung Api, Pulau Neira, Pulau Ay, Pulau Rhun, Pulau Hatta, Pulau Syahrir, Pulau Manukang, Pulau Kurukan, Pulau Nailoka dan Pulau Kapal. 

Kawasan Banda Neira berada di 140 km di Selatan Pulau Seram serta 2000 km di sebelah Timur dari Pulau Jawa. Banda Neira berada di Pulau Neira dan masuk dalam wilayah Provinsi Maluku Indonesia.

Sebagai pusat kota administratif dan kota kecamatan, Banda Neira menjadi pintu gerbang masuk ke pulau-pulau lain di kawasan kepulauan Banda. Terdapat enam desa, yaitu Desa Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali dan Tanah Rata. Dengan penduduk berjumlah kurang lebih 15.000 jiwa, pulau ini sangat nyaman dijadikan tempat berlibur, tempat tinggal, dan pendidikan sejarah. Pulau yang pernah jaya di abad ke 16 hingga 19 ini, pada zaman dahulu terkenal atas kekayaan rempahnya yang mendunia.


Bagaimana menuju Banda Neira?
Ada dua cara untuk menuju Banda Neira ini, antara lain dengan trasnportasi udara dan laut.
Beberapa maskapai penerbangan pernah melayani penerbangan perintis dari bandara Pattimura Ambon menuju Bandara Banda di desa Kampung Baru Banda Neira.

Beberapa maskapai yang pernah beroperasi, antara lain Merpati Air dan Aviastar. Namun, saat ini, penerbangan hanya dilayani oleh maskapai Susi Air. Bandara Banda berada dipulau Neira, sedangkan pulau Banda ada di seberang pulau Neira yang bisa kita tempuh 30 menit saja dengan perahu bermotor. 

Satu-satunya penerbangan menuju Banda Neira saat ini dilayani oleh Susi Air, yaitu maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pujiastuti Aviation. Jadwal penerbangan dua kali dalam seminggu, setiap hari Senin pukul 07.00 dari Ambon ke Banda dan 10.55 dari Banda ke Ambon, pada hari Kamis pukul 8.20 melayani penerbangan dari Banda ke Ambon.

Jadi, bagi Sobat Pesona yang mau pelesir ke Banda Neira, harus memperhitungkan dengan baik jadwal datang dan kembali apabila akan ke Banda Neira. Harga tiket pesawat ke Banda Neira dari Ambon boleh dibilang cukup terjangkau, antara Rp350.00 hingga 450.000 sekali jalan.


Selain melalui udara jadwal perjalanan laut yang dioperasionalkan oleh PT.Pelni mengakomodasi kebutuhan perjalanan dari dan ke Banda Neira, yaitu dengan kapal milik PT.Pelni. Saat ini, ada dua kapal yang beroperasi ke Banda Neira yaitu KM Pangrango dan KM Ngapulu dengan harga tiket dewasa Rp 105.000 dan Rp 16.000 untuk bayi, lama perjalanan sekitar 7 jam.

Alternatif lainnya dengan kapal cepat Express Bahari yang hanya ada 2 kali dalam seminggu, yaitu hari Rabu dan Minggu dari pelabuhan Tulehu Ambon ke Banda. kembalinya hari Selasa dan Sabtu dari Banda ke Ambon, dengan harga tiket Rp 400.000 ditempuh selama 4 jam.


Fasilitas penginapan
Ada beberapa penginapan di Banda Neira, kondisinya cukup baik walau tak sekelas bintang 4 atau 5. Dengan harga kamar bervariasi, mulai dari Rp 200.000 hingga 500.000 per malam.  Pilihan penginapan yang ada di Banda Neira antara lain:

Penginapan Mawar, Homestay Rosmina, Penginapan Flamboyan, Penginapan Delfika, Penginapan Bintang Laut, Hotel NewSelecta, Penginapan Vita, Penginapan Babbu Sallam.

Tak ada yang jauh di Banda Neira, Sobat Pesona bisa berkeliling dengan jalan kaki, atau sewa sepeda motor, tanyakan langsung pada pihak penginapan apabila kita hendak berkeliling pulau, hingga penyewaan kapal motor, snorkling ataupun berkunjung ke tempat-tempat wisatanya. 

Mereka akan sangat ramah melayani para pendatang. Pilihan makanan di Banda Neira juga sangat banyak, pihak penginapanpun biasanya sudah menyediakan pesanan makan bagi para tamu, namun ada juga beberapa cafe yang menyediakan menu-menu ringan di sekitar penginapan.


Foto: Raiyani Muharramah


Review 0