Negeri Air, Luak Nan Tuo di Tanah Datar

Luak nan tuo, tanah asal segala puak dan nenek moyang orang Minangkabau. Tanah subur berbukit, buminyo lembang aianyo tawa, berlimpah air dan keramahan pada pendatang.

Tanah Datar dalam adat digambarkan dengan metafora sebagai daerah yang ‘buminyo lembang aianyo tawa’. Pepatah yang menggambarkan topografi daerahnya yang banyak air, ramah pada pendatang. Alam dan budaya daerah yang dalam pepatah Minang disebut sebagai luak nan tuo, tanah asal segala puak dan nenek moyang orang Minangkabau. Air apa saja yang bisa dinikmati di Tanah Datar ini?

Tanah Datar memiliki tanah yang subur. Gunung berapi aktif masih berdiri kokoh dan saban tahun masih aktif menyemburkan abu vulkanik. Lahan-lahan pertanian penduduk terhampar luas di sekitar Gunung Merapi. Udaranya yang sejuk, airnya yang jernih mengaliri nagari-nagari, kampung kampung kecil di dataran tinggi Minangkabau.


Air Terjun dan Rel Kereta Klasik
Kabupaten Tanah Datar memang mengoleksi air terjun yang banyak, salah satunya yang sangat populer adalah Lembah Anai. Air terjun setinggi 35 meter ini terletak persis di pinggir jalan raya Padang - Bukittinggi, dua jam berkendara dari Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Di depan air terjun, rel melintang panjang. Rel yang menghubungkan pedalaman Minangkabau dengan Emma Haven, Pelabuhan Teluk Bayur. Rel peninggalan masa kolonial ini menjadi perlintasan kereta api pengangkut batu bara dari Kota Tambang Sawahlunto, masih beroperasi ketika batubara masih menjadi komoditi utama dunia.

Rel yang melintang bagai membelah bukit, menggunakan riggenbach, sistem tuas untuk lokomotif mendaki tanjakan. Sistem ini hanya ada dua di dunia di Sumatera Barat dan Swisszerland. Di sekitar air terjun juga terdapat banyak kera yang berkeliaran. Banyak wisatawan yang mandi kemudian memberi makanan pada kera.


Sumber Air Panas
Tidak semata air terjun sejuk yang mengisi liburan Anda, Tanah Datar juga memiliki semburan air dari perut bumi yang berguna untuk kesehatan Anda. Letaknya di Padang Ganting, kira-kira satu setengah jam dari air terjun Lembah Anai.

Bila di banyak pemandian air panas di Sumatera Barat mengeluarkan aroma belerang, Air Panas Padang Ganting sama sekali tidak beraroma belerang. Menurut warga, air panas di sini tidak beraroma belerang karena berasal langsung dari perut bumi dan gunung berapi. Bahkan, warga di sini memanfaatkannya sebagai air minum.

Dengan merogoh korek Rp. 8000, kita bisa menikmati kehangatan Aia Angek Nagari Padang Ganting yang akan membuat badan rileks. Di sekitar pemandian ini juga banyak warung yang siap memanjakan rasa lapar setelah berendam air hangat dari perut bumi Tanah Datar.


Foto: Fatris MF


Review 0