Tapanuli Utara Saksi Sejarah Perjuangan

Kabupaten Tanah Batak terdiri dari lima wilayah yaitu Silindung, Humbang, Toba, Samosir dan Dairi yang masing-masing dipimpin oleh seorang Demang.

Kabupaten di Sumatera Utara dengan ibukota Tarutung, dan terdiri dari 15 kecamatan. Tapanuli Utara terkenal sejak jaman Hindia Belanda karena sumber daya manusia dan potensi alamnya. Di wilayah ini ada Pulau Sibandang di Danau Toba dan acara wisata rohani Salib Kasih.

Kabupaten Tapanuli Utara terbentuk setelah Indonesia merdeka, awal tahun 1950 yang sebelumnya bernama Kabupaten Batak. Bersamaan dengan terbentuknya Kabupaten Tapanuli Selatan sebelumnya Kabupaten Padang Sidempuan. Kabupaten Tapanuli Tengah sebelumnya dulu Kabupaten Sibolga dan Kabupaten Nias.

Pada jaman Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir yang termasuk dalam karesidenan Tapanuli. Pada masa sesudah kemerdekaan, residen Tapanuli pertama adalah Dr. Ferdinand Lumbantobing yang mengubah struktur pemerintahan di Tapanuli Utara menjadi Luhak Tanah Batak. Sebagai Luhak pertama diangkat Cornelis Sihombing, yang kemudian Luhak diubah menjadi kabupaten yang dipimpin Bupati.

Pada 1946 Kabupaten Tanah Batak terdiri dari lima wilayah yaitu Silindung, Humbang, Toba, Samosir dan Dairi yang masing-masing dipimpin oleh seorang Demang. Kecamatan-kecamatan tetap seperti yang ditinggalkan Jepang. Kemudian pada 1947 Kabupaten Tanah Batak dibagi menjadi empat kabupaten. Nama wilayah diubah menjadi kabupaten dan memperbanyak kecamatan. Pada 1948 saat Agresi Belanda II, untuk mempermudah hubungan sipil dan Tentara Republik, pejabat-pejabat pemerintahan sipil dimiliterkan dengan jabatan Bupati Militer, Wedana Militer dan Camat Militer.

Untuk mempercepat hubungan dengan rakyat, kawedanaan dihapuskan dan para camat secara administratif langsung ke Bupati. Dan Kabupaten Tapanuli Utara yang juga meliputi Dairi pada waktu itu, dipisah menjadi Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi.

Pada 1998 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir. Lalu pada 2003 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan kembali menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Wilayah kecamatan Tapanuli Utara meliputi Kecamatan Parmonangan, Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Sipoholon, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Pahae Jae, Kecamatan Purbatua, Kecamatan Simangumban, Kecamatan Pahae Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kecamatan Garoga, Kecamatan Sipahutar, Kecamatan Siborongborong, Kecamatan Pagaran, Kecamatan Muara.

Tapanuli Utara memiliki cukup banyak objek pariwisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata religi dan berbagai jenis wisata yang lain. Sehingga kabupaten ini menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber potensial Pendapatan Asli Daerah. Beberapa obyek wisata terkenal di Tapanuli Utara, diantaranya Kawah Sipoholon, Pemandian Air Panas Tamaro, Pemandian Air Soda Parbubu, Pulau Sibandang, Huta Ginjang, Salib Kasih, dan Bukit Doa yang merupakan wisata religi di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Muara.

Di sini juga ada Situs Hindu Hopong yang merupakan jejak-jejak peninggalan agama Hindu yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Sriwijaya pada abad IX, berupa gua dan patung-patung yang bentuknya hampir sama dengan patung-patung yang ada di candi Simangambat yang ada di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.
 


Review 0