Gorontalo, Kota Bentor yang Religi

Kota Gorontalo merupakan Ibu Kota Provinsi Gorontalo, dengan luas wilayah 79,03 kilometer/persegi, merupakan kota terpadat yang berada di wilayah Teluk Tomini, dan bersuhu udara sedikit lebih panas. Sehingga jangan heran jika tanaman berupa jagung yang jadi prioritas budidaya, menyesuaikan dengan keadan alamnya.

Kota Gorontalo terletak di wilayah Teluk Tomini, Kota ini menjadi jalur perdagangan, jasa, dan penyebaran agama. Saat ini mayoritas penduduknya beragama islam. Kesan kota adat dan religi sangat kental terasa di sini.

Sebuah pesan luluhur, "Adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah," yang kurang lebih berarti segala aktifitas adat dan kemasyarakatannya harus didasarkan pada kitab Allah (Al-quran). Hal ini bisa terlihat di saat perayaan hari besar islam, termasuk pada peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW.

Peristiwa adat ini dikenal dengan nama Jikili, atau dzikir menggunakan bahasa Gorontalo. Pada peringatan ini, masyarakat akan menyediakan beraneka kue, nasi kuning, dan beberapa ekor ayam yang ditaruh pada tatakan yang sudah dihias, untuk diberikan pada orang yang bertahan melakukan dzikir sampai subuh hari.

Pada saat itu, suasana Kota Gorontalo akan menjadi sangat ramai, karena setiap pengeras suara di masjid akan dipenuhi suara orang berzikir dalam bahasa Gorontalo.

Selain itu, untuk mengelilingi kota, anda bisa menggunakan alat transportasi khas beroda tiga, yakni Becak Motor (Bentor). Anda akan mendapati banyak persimpangan jalan yang menghubungkan semua kelurahan di kota Gorontalo. Termasuk, yang paling terkenal adalah perlimaan yang terletak di Andalas.

Dari perlimaan Andalas, anda bisa menelusuri Jalan Agusalim, belok kiri menuju arah depan kampus UNG, terus berbelok ke arah kanan Jalan Sudirman, maka anda akan mendapati sebuah patung, yang sedang menunjuk dan memegang senjata, di Lapangan Taruna. Patung itu kemudian dikenal dengan, patung Pahlawan Nasional Nani Wartabone.


Foto: 


Review 0